Politik
Bahlil: Banjir Sumbar Bukan karena Tambang, Aceh-Sumut Masih Dicek
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan banjir bandang di Sumatra Barat tidak terkait aktivitas tambang, sementara penyelidikan untuk wilayah Aceh dan Sumut masih berlangsung.
Aceh, MPN Indonesia 6 Desember 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat (Sumbar) tidak disebabkan oleh aktivitas pertambangan.
Ia menyampaikan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh dari pengecekan yang telah dilakukan tim di lapangan.
Sementara itu, penyelidikan terhadap kemungkinan keterkaitan aktivitas tambang dengan bencana di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) masih berlangsung.
Menurut Bahlil, tim evaluasi terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan ada atau tidaknya dampak pertambangan di dua wilayah tersebut.
“Kalau di Sumatra Barat, itu tidak ada. Di Aceh pun kita lagi melakukan pengecekan. Kalau di Sumut, tim evaluasi kita lagi melakukan evaluasi. Jadi nanti setelah tim evaluasi, baru saya akan cek dampak dari tambang ini ada atau tidak,” ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/12).
Pemerintah Siapkan Sanksi untuk Tambang yang Langgar Aturan
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang terbukti menjalankan operasi tidak sesuai ketentuan.
Ia menyebut bahwa perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.
“Tetapi saya pastikan, kalau ada tambang atau IUP yang bekerja tidak sesuai dengan kaidah aturan yang berlaku, kita akan memberikan sanksi tegas,” ucapnya.
Peninjauan Tambang Emas Martabe di Sumut
Terkait aktivitas tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, Bahlil mengungkapkan bahwa ia telah meninjau langsung lokasi tersebut.
Ia menyebut tambang Martabe untuk sementara tidak beroperasi karena fokus membantu proses tanggap darurat terhadap korban bencana alam.
“(Tambang) Martabe itu di Tapsel. Saya kemarin juga mengecek lokasi itu, di Martabe ini tambang emas,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan bahwa lokasi tambang berada di dekat tiga aliran sungai.
“Kalinya, sungainya itu kan ada tiga. Ada tiga kali gede, sama kali yang kena banjir ini kali yang sedangnya, yang tengah. Kali yang di Martabe ini yang paling kecil,” lanjutnya.
Saat ini tim dari tambang Martabe masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Tim tambang tetap melakukan evaluasi sampai sekarang. Kemarin saya juga cek, tapi tim kami lagi mengecek sampai selesai baru kami memutuskan,” tegas Bahlil.
Ia menambahkan bahwa operasional tambang belum dilanjutkan karena alat berat dialihkan untuk membantu masyarakat terdampak.
“Kemarin sih enggak berlanjut, karena sekarang kemarin saya minta bantu untuk mereka fokus bantu alat-alat mereka bantu saudara-saudara kita yang kena bencana,” pungkasnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
