Connect with us

Viral

RSUD di Aceh Tamiang Gelap Gulita Dipenuhi Lumpur, Bayi Baru Lahir dan Lansia Terjebak Tanpa Listrik

RSUD Aceh Tamiang gelap tanpa listrik usai banjir bandang. Bayi, lansia, dan pasien terjebak, sementara PLN kirim genset darurat untuk pulihkan layanan.

Logompn

Published

on

Rsud di aceh tamiang gelap gulita dipenuhi lumpur, bayi baru lahir dan lansia terjebak tanpa listrik
RSUD di Aceh Tamiang Gelap Gulita Dipenuhi Lumpur, Bayi Baru Lahir dan Lansia Terjebak Tanpa Listrik. Gambar : Kolase Tangkapan Layar Instagram/@ndrfrhh

MPN Indonesia 6 Desember 2025 - Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan RSUD Muda Sedia terputus total dari aliran listrik selama beberapa hari.

Kondisi ini berdampak langsung pada pasien, termasuk bayi baru lahir dan lansia, yang bertahan tanpa penerangan dan layanan medis optimal sejak awal Desember.

Lumpur yang masuk ke area rumah sakit memperburuk kondisi fasilitas dan mengganggu proses perawatan.

Akses menuju RSUD juga tertutup lumpur tebal sehingga menghambat distribusi logistik serta evakuasi pasien.

Seorang pengguna Instagram, @ndrfrhh, membagikan situasi tersebut pada Kamis (4/12).

Ia menyebut seluruh ruangan rumah sakit gelap dan tidak layak untuk pelayanan medis.

“Perjalanan menuju RSUD Aceh Tamiang. Lantai 2 dan lantai 3 dipenuhi pengungsi yang sudah 8 hari kelaparan. Nonton video sampai habis, kondisi mereka sangat memprihatinkan dan sangat butuh bantuan,” tulisnya.

Pemadaman listrik membuat layanan medis lumpuh total hingga Kamis (4/12).

Direktur Utama RSUD Muda Sedia, Andika Putra, menekankan pentingnya suplai listrik untuk keselamatan pasien.

“Di tengah kondisi yang serba sulit, kehadiran listrik dari PLN adalah penyelamat. Tanpa itu, banyak tindakan medis yang tidak bisa kami lakukan. Kami sangat berterima kasih karena respons cepat ini benar-benar menjaga keselamatan pasien,” ujar Andika dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (5/12).

PLN Kerahkan Genset Darurat dan Lampu Penerangan

PLN mengirimkan genset berkapasitas 66.000 watt dari Kota Langsa untuk memulihkan listrik RSUD Muda Sedia.

Petugas harus menembus jalan berlumpur dan terputus akibat bencana alam.

Selain itu, lampu-lampu darurat juga dikirim untuk memenuhi kebutuhan penerangan ruang-ruang vital rumah sakit.

Baca Juga:  Sungai Ciliwung Meluap, Kebon Pala Kembali Terendam Banjir Hingga 2 Meter

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa rumah sakit menjadi prioritas utama pemulihan listrik.

“Atas arahan langsung dari Bapak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kami prioritaskan rumah sakit harus menyala lebih dulu, karena di sana ada nyawa yang dipertaruhkan. Tim PLN bergerak all out tanpa mengenal waktu, tanpa mengenal batas, menembus medan apa pun agar layanan kritis tetap berjalan,” jelas Darmawan.

Selain RSUD, posko pengungsian di Tamiang Sport Center juga berhasil dipulihkan menggunakan jaringan PLN pada Kamis (4/12), sehingga proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pendataan warga terdampak dapat berjalan lebih efisien.

Dukungan Tambahan untuk Air Bersih dan Fasilitas Publik

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PLN mengoperasikan genset berkapasitas 33.000 watt yang dikirim dari Binjai ke PDAM Aceh Tamiang sehingga layanan kembali normal sejak Kamis (4/12).

PLN juga mengirim genset 100.000 watt dari Banda Aceh menggunakan kapal KP Wisanggeni milik Polri untuk mendukung operasional layanan publik dan pemerintahan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Eddi Saputra, menyatakan bahwa fasilitas vital harus menjadi prioritas pemulihan.

“Jalan putus, banyak titik terisolir, tapi kami tidak boleh berhenti. Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu mobilisasi peralatan dan berbagai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.

Dampak Bencana dan Akses yang Terhambat

Medan yang rusak parah membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lambat.

Akses menuju RSUD Aceh Tamiang dan titik pengungsian tertutup lumpur tebal, menghambat pengiriman kebutuhan pokok dan bantuan medis.

Kondisi darurat ini menyulitkan ribuan warga, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan bayi, yang bertahan dengan pasokan terbatas.

Pemulihan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, dan akses jalan kini menjadi kebutuhan mendesak untuk membantu masyarakat terdampak di Aceh Tamiang.

Baca Juga:  Banjir Aceh Terjang 16 Kabupaten/Kota, 20.759 Warga Mengungsi dan 1 Warga Hilang Terseret Arus

(AKM/NID/RAD)

Trending