Viral
Pandawara Group Ajak Warga Patungan Beli Hutan: Yuk Ah Ceban Pertama!
Pandawara Group mengajak masyarakat berdonasi untuk membeli kawasan hutan demi mencegah alih fungsi lahan.
MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Pandawara Group mengajak masyarakat Indonesia berdonasi secara kolektif untuk membeli kawasan hutan guna mencegah alih fungsi lahan.
Aksi ini diumumkan melalui unggahan di akun Instagram resmi Pandawara Group pada Kamis (4/12), bertepatan dengan situasi bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.
Dalam unggahan tersebut, Pandawara menyampaikan bahwa ide ini muncul secara spontan.
“Lagi ngelamun, tiba-tiba aja kepikiran gimana kalau masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan-hutan agar tidak dialihfungsikan,” tulis Pandawara dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Senin (8/12).
Pandawara juga mengajak masyarakat memulai kontribusi dari nominal kecil.
“Yu ah ceban (Rp10.000) pertama. More detail link on Bio,” tulis Pandawara dalam caption Instagram.
Respons Publik dan Dukungan Figur Terkenal
Unggahan Pandawara Group mendapat dukungan dari warganet maupun publik figur.
Rayi Putra menuliskan, “Ikutan,” sementara Indra Bekti menambahkan, “Ayooooo gassss!!!”.
Komentar dari influencer dan pengguna lainnya turut memperluas diskusi mengenai peran negara dan kebijakan lingkungan.
Salah satu akun, @astriyan_raw***, menulis, “Bisaaa, tapi gimana kalo idenya kita kasih opsi lain dengan masyarakat Indonesia bersatu untuk: 1. Tidak memilih lagi pejabat, aktor politik dan partai penyebab kerusakan alam. 2. Dorong aturan/regulasi pemecatan wakil rakyat oleh rakyat. 3. Menuntut pejabat tinggi selevel menteri yang berkinerja buruk segera diganti.”
Pandawara Group juga menyoroti aturan mengenai alih fungsi lahan.
Mereka menuliskan, “Aturan skala menanam sawit di Indonesia meliputi batas luas maksimum lahan (100.000 hektar per perusahaan di seluruh Indonesia dan 20.000 hektar per provinsi)… Gimana guys? apakah alihfungsi yang saat ini ada sudah sesuai dengan aturan yang di atas?”
Asal-usul Pandawara dan Kiprahnya di Lingkungan
Pandawara Group beranggotakan lima pemuda asal Bandung, yaitu Gilang, Rifqi, Agung, Ikhsan, dan Rafly.
Nama “Pandawara” merupakan gabungan dari “Pandawa” dan kata Sunda “Wara,” yang berarti kabar baik.
Kelompok ini mulai dikenal luas sejak pertengahan 2022 lewat konten pembersihan sungai dan lingkungan.
Aksi mereka berawal dari banjir berulang di area tempat tinggal yang disebabkan penumpukan sampah di aliran sungai.
Mereka kemudian terjun langsung membersihkan sungai dan selokan.
Dari aksi lokal tersebut, Pandawara berkembang menjadi gerakan nasional dengan ribuan relawan.
Mereka pernah melakukan pembersihan Pantai Labuan di Pandeglang, Banten; mengerahkan 3.700 relawan untuk membersihkan Pantai Sukaraja, Lampung; serta melakukan operasi pembersihan Sungai Citarum selama tujuh hari dengan dana pribadi untuk menyewa ekskavator.
Dalam satu tahun pertama kiprahnya, Pandawara tercatat telah membersihkan 103 sungai dan mengangkat 73 ton sampah dari berbagai titik pencemaran terparah.
Latar Belakang Bencana Lingkungan Terkini
Inisiatif pembelian hutan ini muncul di tengah meningkatnya bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) hingga Senin (8/12) mencatat total korban meninggal dunia mencapai 950 jiwa.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
