Connect with us

Berita

Danantara: Banyak Rakyat Indonesia Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Banyak masyarakat Indonesia belum mampu membayar iuran pengangkutan sampah rumah tangga sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000 per bulan.

Logompn

Published

on

Danantara Banyak Rakyat Indonesia Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
Danantara: Banyak Rakyat Indonesia Tak Mampu Bayar Iuran Sampah. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 11 April 2026 - Banyak masyarakat Indonesia belum mampu membayar iuran pengangkutan sampah rumah tangga sebesar Rp10.000 hingga Rp15.000 per bulan.

Hal tersebut lantas berdampak pada tingginya pembuangan sampah rumah tangga ke sungai dan jalan.

Temuan ini disampaikan oleh Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, yang mengacu pada riset World Bank.

50% Sampah di RI Tak Terkelola Baik

Rohan Hafas menyatakan bahwa sekitar 50% sampah di Indonesia tidak terkelola dengan baik dan berakhir di ruang terbuka seperti jalanan dan sungai.

“Sampah di Indonesia itu 50% ini World Bank ya, tidak ada Indonesia-nya sama sekali. 50% sampah di Indonesia lari di… ayo di mana? Di jalanan dan di kali. Based on surveinya World Bank,” ujarnya dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4).

Menurut Rohan, ketidakmampuan sebagian masyarakat membayar iuran kebersihan menjadi akar persoalan.

“Kenapa? Hanya karena Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 rupiah per rumah tangga tidak mampu membayar iuran bulanan ke tukang angkut sampah yang dikelola RT, RW atau Kelurahan,” jelas dia.

“That’s kehidupan yang bener, maksudnya fakta yang terjadi seperti itu. Jadi dia buang aja diem-diem di pinggir jalan, di kali, di ini. Itu sebabnya kita punya problem sampah,” sambungnya.

Danantara bakal Ubah Sampah jadi Energi

Kondisi ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dan Danantara dalam mendorong percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy sebagai solusi pengelolaan limbah nasional.

Danantara menargetkan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dimulai paling lambat akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Baca Juga:  Profil Rosan Roeslani CEO Danantara yang Punya Harta Lebih dari Rp864 Miliar

Proyek awal akan berlokasi di Bekasi, Denpasar, Bogor, dan Yogyakarta, dengan waktu pembangunan sekitar dua tahun.

“Target kita ini mulai dibangun di akhir Juni, awal Juli paling telat,” kata Director of Investments Danantara Investment Management Fadli Rahman di Graha Mandiri.

Khusus proyek di Bekasi dan Denpasar, penyelesaiannya ditargetkan lebih cepat karena telah memiliki mitra pelaksana, dengan target operasional pada akhir 2027 untuk Denpasar dan awal 2028 untuk Bekasi.

Konsep waste to energy dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir berbasis lahan sewa seperti Bantar Gebang yang membebani anggaran daerah.

Dengan sistem ini, pengangkutan limbah dari rumah tangga dapat dilakukan tanpa membebani masyarakat secara langsung, sekaligus mengubah limbah menjadi sumber energi listrik.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengatasi isu lingkungan sosial yang timbul akibat kebiasaan pembuangan limbah secara sembarangan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending