Connect with us

Teknologi

Netflix Sepakat Akuisisi Saham Warner Bros Senilai Rp1.380 Triliun!

Netflix mengakuisisi Warner Bros Discovery senilai Rp1.380 triliun, termasuk HBO dan HBO Max, dengan transaksi besar yang memicu protes industri hiburan.

Logompn

Published

on

Netflix sepakat akuisisi saham warner bros senilai rp1.380 triliun!
Platform Netflix. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Netflix resmi mengumumkan akuisisi Warner Bros. Discovery, termasuk layanan streaming HBO Max dan HBO, dalam kesepakatan definitif yang diumumkan pada Jumat (5/12).

Nilai transaksi sebesar 72 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.380 triliun (kurs Rp19.166/US$), mencakup pembayaran tunai dan saham.

Kesepakatan ini menempatkan seluruh ekosistem studio dan konten Warner Bros di bawah kendali perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Nilai perusahaan gabungan mencapai 82,7 miliar dollar AS setelah memperhitungkan utang.

Netflix menyepakati pembayaran sebesar 23,25 dollar AS tunai dan 4,50 dollar AS saham Netflix untuk setiap lembar saham Warner Bros, dengan total 27,75 dollar AS per saham.

Transaksi ini juga mencakup reverse break-up fee sebesar 5,8 miliar dollar AS apabila kesepakatan gagal karena alasan regulasi.

Aset yang diambil alih meliputi studio film dan televisi Warner Bros, HBO, HBO Max, DC Studios, dan Warner Bros.

Games, termasuk katalog waralaba seperti Harry Potter, Game of Thrones, DC Universe, The Lord of the Rings, Friends, The Big Bang Theory, The Matrix, Mad Max, Looney Tunes, dan Tom and Jerry.

Strategi dan Skema Transaksi

Sebelum akuisisi ditutup, Warner Bros Discovery (WBD) akan memisahkan divisi jaringan TV globalnya ke dalam entitas terpisah bernama Discovery Global.

Jaringan yang dipisahkan mencakup CNN, TNT, TBS, Cartoon Network, dan Discovery Channel.

Transaksi ini dijadwalkan rampung antara akhir 2026 hingga awal 2027 setelah pemisahan dan seluruh persetujuan regulator diterima.

Kesepakatan ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi kedua perusahaan.

Baca Juga:  Pencipta ChatGPT Digugat usai Diduga Bantu Remaja Asal California Rencanakan Bunuh Diri

“Akuisisi ini akan meningkatkan penawaran kami dan mempercepat bisnis kami selama beberapa dekade mendatang,” ujar Co-CEO Netflix, Greg Peters dalam keterangan resmi, dikutip MPN Indonesia dari Men’s Journal, Selasa (9/12).

Co-CEO Netflix lainnya, Ted Sarandos, menilai penggabungan dua perusahaan besar ini akan membuka peluang konten lebih luas bagi pelanggan global.

“Misi kami selalu menghibur dunia. Bersama-sama, kami dapat memberikan lebih banyak hal kepada penonton,” kata Sarandos.

CEO Warner Bros Discovery, David Zaslav, menjelaskan bahwa pemisahan antara Warner Bros dan Discovery Global merupakan “langkah berani” untuk “mengunci nilai penuh dari aset” perusahaan.

“Kami kuat meyakini ini adalah langkah terbaik ke depannya bagi portofolio WBD setelah menerima minat dari berbagai pihak,” ungkap Zaslav, dikutip dari CBS News.

Dampak terhadap Layanan dan Pelanggan

Netflix menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam waktu dekat bagi pelanggan.

“Tidak ada yang berubah hari ini. Kedua layanan streaming akan tetap beroperasi secara terpisah,” tulis Netflix dalam e-mail kepada pelanggannya.

Penggabungan layanan baru akan dilakukan setelah seluruh regulasi disetujui.

Tidak ada penyesuaian harga atau fitur dalam waktu dekat, namun Netflix menyatakan akan menyatukan “layanan hiburan terdepan dengan kisah-kisah ikonik Warner Bros.”

Portofolio Netflix nantinya memadukan konten orisinal seperti Stranger Things, Squid Game, Wednesday, dan Bridgerton dengan waralaba besar milik Warner Bros.

Protes dan Tantangan Regulasi

Akuisisi ini memicu protes dari berbagai pihak di industri hiburan.

Writers Guild of America (WGA) menyerukan agar merger dibatalkan dan menilai kesepakatan tersebut melanggar prinsip undang-undang antitrust.

Organisasi Cinema United juga menganggap transaksi ini sebagai ancaman bagi bisnis bioskop karena potensi dominasi Netflix dalam distribusi konten.

Baca Juga:  Mark Zuckerberg Gugat Meta Usai Akun Facebook Diblokir

Aktris Jane Fonda menyebut kesepakatan ini sebagai “eskalasi mengkhawatirkan dalam krisis konsolidasi media,” yang dinilainya dapat mengancam keragaman kreatif dan kebebasan berekspresi.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan keberatan dan mengungkapkan akan ikut dalam proses peninjauan federal.

Di Kongres, Senator Elizabeth Warren menggambarkan penggabungan ini sebagai “mimpi buruk antimonopoli” yang berpotensi menaikkan harga langganan serta mengurangi pilihan konsumen.

Reaksi Pasar dan Posisi Strategis Netflix

Setelah pengumuman, saham Netflix turun sekitar 7 persen, sementara saham Warner Bros. Discovery naik lebih dari 8 persen.

Analis menilai pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap beban finansial dan risiko regulasi di sisi Netflix.

Melalui akuisisi ini, Netflix juga mengambil alih unit gim Warner Bros. Games, termasuk studio Rocksteady dan NetherRealm yang memproduksi waralaba seperti Mortal Kombat dan Hogwarts Legacy.

Langkah tersebut dinilai mendukung ekspansi Netflix ke sektor gim sebagai sumber pendapatan tambahan.

Penggabungan ini berpotensi membuat Netflix menguasai hingga 30 persen pangsa pasar streaming di AS dan sekitar 40 persen secara global.

Selain itu, Netflix untuk pertama kalinya akan memiliki jaringan produksi dan distribusi film layar lebar berskala internasional melalui Warner Bros Pictures.

(AKM/NID/RAD)

Trending