Connect with us

Internasional

Cabut Peringatan Tsunami, Kini Jepang Keluarkan Peringatan Mega Gempa

Jepang mencabut peringatan tsunami usai gempa M7,6, namun JMA memperingatkan potensi mega gempa.

Logompn

Published

on

Cabut peringatan tsunami, kini jepang keluarkan peringatan mega gempa
Cabut Peringatan Tsunami, Kini Jepang Keluarkan Peringatan Mega Gempa. Gambar: The Yomiuri Shimbun via AP Images

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Pemerintah Jepang resmi mencabut seluruh peringatan tsunami pada Selasa (9/12) pukul 6.20 waktu setempat setelah gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah utara negara tersebut pada Senin malam (8/12).

Dikutip dari NHK, meski peringatan tsunami dihentikan, otoritas kini mengeluarkan peringatan baru terkait potensi terjadinya mega gempa susulan di sepanjang pesisir Pasifik Jepang.

Peringatan ini berlaku dari wilayah Hokkaido hingga Prefektur Chiba.

Peringatan terkait mega gempa disampaikan oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA) pascagempa yang berpusat di lepas pantai timur Prefektur Aomori.

Menurut JMA, gempa bumi susulan berskala besar—dengan magnitudo 8 atau lebih—dapat terjadi di sepanjang Parit Jepang dan Parit Chishima, meskipun belum dapat dipastikan waktunya.

“Berdasarkan catatan gempa bumi yang pernah terjadi di berbagai belahan dunia, terdapat kemungkinan bahwa gempa berskala besar—bermagnitudo 8 atau lebih—dapat muncul sebagai gempa susulan di sepanjang Parit Jepang dan Parit Chishima di lepas pantai Hokkaido,” jelas pejabat pada Kantor Kabinet Jepang yang menangani kesiapsiagaan bencana Morikubo Tsukasa seperti dikutip MPN Indonesia dari NHK, Selasa (9/12).

Masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai Pasifik diminta untuk tetap waspada selama satu minggu ke depan.

Pemerintah tidak mengeluarkan rekomendasi evakuasi, namun warga diminta memeriksa jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, dan memastikan persediaan kebutuhan pokok.

Peringatan ini merupakan yang pertama sejak kategori peringatan mega gempa diperkenalkan pada tahun 2022.

Rincian Gempa

Gempa bumi terjadi pada pukul 23.15 waktu setempat (8/12), dengan pusat di lepas pantai timur Prefektur Aomori.

Awalnya dilaporkan bermagnitudo 7,6, kemudian direvisi menjadi 7,5 dengan kedalaman 54 kilometer.

Guncangan kuat tercatat pada level 6 atas Skala Intensitas Seismik Jepang di Kota Hachinohe, Prefektur Aomori.

Baca Juga:  Maudy Ayunda Baru Speak Up soal Bencana Sumatra, Netizen: Princess Tone Deef Akhirnya Bersuara

Guncangan ini menyebabkan korban luka sebanyak 23 orang, termasuk satu orang dengan luka serius. Menurut laporan Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana, sebagian besar korban terluka akibat tertimpa benda yang jatuh.

Tsunami sempat tercatat di beberapa wilayah, yakni setinggi 70 sentimeter di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate; 50 sentimeter di Kota Urakawa, Hokkaido; dan 40 sentimeter di Pelabuhan Mutsuogawara, Prefektur Aomori.

Status peringatan tsunami kemudian diturunkan menjadi peringatan kewaspadaan tsunami, sebelum akhirnya dicabut sepenuhnya pada pagi harinya.

Respons Pemerintah Jepang

Sebagai respons terhadap gempa bumi, pemerintah Jepang segera membentuk satuan tugas di pusat manajemen krisis di kantor perdana menteri pada pukul 23.16 waktu setempat (8/12).

Perdana Menteri Sanae Takaichi menginstruksikan pemerintah untuk menyampaikan informasi tsunami dan evakuasi secara tepat, mengambil langkah pencegahan bencana secara menyeluruh, dan memahami sejauh mana kerusakan terjadi.

Kepala Sekretaris Kabinet Kihara Minoru dalam konferensi pers pada Selasa (9/12) menyatakan bahwa pemerintah tengah menilai tingkat kerusakan dan memprioritaskan langkah-langkah penyelamatan serta bantuan.

Operasi tersebut dipimpin oleh kepolisian, pemadam kebakaran, Pasukan Bela Diri Jepang, dan Penjaga Pantai.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending