Connect with us

Berita

Awas Kejebak Macet! Intip Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Nataru 2025/2026

Kemenhub dan Kakorlantas memprediksi puncak arus mudik dan balik Nataru 2025/2026 terjadi dalam dua gelombang. Pemerintah menyiapkan antisipasi lalu lintas dan program mudik gratis.

Logompn

Published

on

Awas kejebak macet! intip prediksi puncak arus mudik dan balik nataru 20252026
Ilustrasi Kemacetan di Jalan Tol. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Desember 2025 - Puncak arus mudik dan balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi berlangsung pada beberapa tanggal berbeda.

Pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat tajam sehingga pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Perkiraan Puncak Arus Mudik dan Balik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada Rabu (24/12), dengan jumlah pergerakan mencapai 17,18 juta orang.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi pada Jumat (2/1/2026) dengan pergerakan sekitar 20,81 juta orang.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang.

“Prediksi puncak itu ada dua kali. Prediksi puncak mudik pertama, itu tanggal 20 (Desember), dan prediksi puncak mudik kedua, operasi lilin itu adalah tanggal 24 (Desember),” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (9/12).

Untuk arus balik, dua gelombang juga diprediksi terjadi.

“Prediksi kami dengan stakeholder yang sudah kami rapat itu tanggal 28 (Desember 2025), termasuk juga di penyeberangan, termasuk juga di jalan tol, termasuk jalan arteri, dan mudik arus balik yang kedua itu adalah tanggal 4 (Januari 2026),” tambah Irjen Pol. Agus.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau Work From Home (WFH) pada 29-31 Desember 2025 berpotensi mengubah pola mobilitas masyarakat.

Antisipasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau seluruh pihak mewaspadai potensi kepadatan, terutama di kawasan wisata, jalur arteri yang memiliki pasar tumpah, serta perlintasan sebidang kereta api.

Baca Juga:  25+ Ide Acara Tahun Baru, Cocok Dilakukan dengan Keluarga dan Orang Terdekat!

Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Sinergi dan kolaborasi antarlembaga perlu dilakukan secara intensif untuk memastikan kebijakan yang diterapkan berjalan seragam. Selain itu, hal ini juga penting agar operasional di lapangan dapat berlangsung aman dan terkendali,” tegas Dudy dalam keterangan resmi.

Sebagai bagian dari persiapan, Kemenhub melakukan ramp check terhadap 40.683 kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyeberangan, 363 pesawat yang serviceable, serta 3.333 sarana kereta api.

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh moda transportasi layak beroperasi selama musim libur.

Program Mudik Gratis Berbagai Moda Transportasi

Kemenhub juga menyiapkan program mudik gratis untuk mengurangi kepadatan selama arus mudik dan balik.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memberangkatkan peserta dari Jakarta menuju 10 kota tujuan, yaitu Solo, Yogyakarta, Surabaya, Wonosobo, Semarang, Wonogiri, Cilacap, Purwokerto, Malang, dan Madiun.

Sebanyak 70 bus disiapkan untuk mengangkut 3.080 penumpang, serta 2 truk untuk 60 sepeda motor.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyediakan program mudik gratis melalui dua lintasan, yakni lintas utara (Jakarta Gudang-Semarang Tawang) dan lintas tengah (Jakarta Gudang-Purwosari).

Program ini berlangsung selama 12 hari dan ditargetkan mengangkut 12.720 penumpang serta 5.568 sepeda motor.

Untuk moda laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan mudik gratis bagi 12.311 penumpang melalui total 57 rute pelayaran.

Upaya ini menjadi bentuk fasilitasi pemerintah dalam menjaga keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan masyarakat selama libur Nataru.

(AKM/NID/RAD)

Trending