Connect with us

Viral

Disentil Anggota DPR Soal Sok Paling Rp10 Miliar, Ferry Irwandi: Gue Malah Ngerasa Kurang

Ferry Irwandi menanggapi sindiran Endipat Wijaya soal donasi Rp10 miliar untuk korban bencana Sumatra, sekaligus menjelaskan peran pemerintah dan kolaborasi di lapangan.

Logompn

Published

on

Disentil anggota dpr soal sok paling rp10 miliar, ferry irwandi gue malah ngerasa kurang
Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus kreator konten. Gambar : Instagram/@irwandiferry

MPN Indonesia 10 Desember 2025 - Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus kreator konten, memberikan tanggapan atas sindiran anggota DPR RI Endipat Wijaya terkait penggalangan dana untuk korban bencana alam di Sumatra yang mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Melalui akun Instagram pribadinya @irwandiferry pada Selasa (9/12), Ferry menegaskan bahwa ia tidak merasa marah dan justru menganggap angka tersebut masih kurang.

“Gue malah ngerasa kurang euy, beneran. I wish I can do more. Maaf ya teman-teman, sekali lagi minta maaf,” tulis Ferry ketika menanggapi pertanyaan netizen tentang pernyataan Endipat, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (10/12).

Sindiran tersebut sebelumnya disampaikan Endipat dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid pada Senin (8/12).

Dalam rapat itu, Endipat sempat menyinggung figur publik yang datang hanya satu kali ke lokasi bencana namun dianggap paling bekerja.

Ia juga membandingkan donasi publik sebesar Rp10 miliar dengan bantuan pemerintah yang disebut telah mencapai triliunan rupiah.

“Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian,” ujar Endipat dalam rapat yang ditayangkan di kanal YouTube TVR Parlemen, Senin (8/12).

Ferry kemudian mengungkapkan bahwa Endipat telah menghubunginya secara pribadi untuk meminta maaf.

Permintaan maaf itu ia terima demi menghindari konflik di situasi darurat.

“Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena nggak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang,” ungkap Ferry.

Klarifikasi Ferry Irwandi atas Kolaborasi Penanganan Bencana

Menanggapi pernyataan Endipat, Ferry menegaskan bahwa donasi yang ia galang melalui Kitabisa.com sudah disalurkan ke titik-titik terdampak di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Baca Juga:  Update Korban Banjir-Longsor di Sumatra Utara: 217 Orang Meninggal Dunia, 209 Orang Masih Hilang

Ia menyebut seluruh proses distribusi merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, termasuk relawan, NGO, serta dukungan signifikan dari pemerintah melalui TNI dan Polri.

“Semua hal yang kalian lihat, semua hal baik, semua hal positif itu tak lepas dari kolaborasi semua pihak. Teman-teman Kitabisa, para relawan yang bekerja dengan sangat baik, terus juga para NGO yang ada di lapangan ya kita terbantu banget. Dan juga pemerintah melalui TNI-Polri, baik kepolisian maupun TNI sangat-sangat membantu penyaluran donasi ini ke teman-teman, bahkan ke daerah-daerah yang terpencil dan terisolasi, dari mulai mereka bantu buka jalur, mereka bantu distribusi, apalagi masalah transportasi,” jelas Ferry dalam video di Instagram pribadinya, Minggu (7/12).

Ferry juga menyebut kontribusi TNI dan Polri sangat penting dalam pembukaan akses bantuan sosial, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau.

“Barang itu (donasi) yang 5 ton lebih, nggak akan bisa terdistribusi dengan cepat kalau kita nggak ada bantuan dari kepolisian saat kita kesulitan mencari pesawat. Untuk TNI juga, kita nggak bisa mencapai Gayo, Takengon tanpa bantuan teman-teman TNI dengan helikopter dan pesawat Hercules,” ucap Ferry.

Terkait pernyataan Endipat mengenai bantuan pemerintah yang mencapai triliunan rupiah, Ferry menilai hal tersebut positif karena percepatan pemulihan di Aceh memang diperlukan.

“Syukurlah karena Aceh emang butuh percepatan,” tuturnya.

Respons Publik dan Fokus Komunikasi Pemerintah

Dalam rapat yang sama, Endipat juga meminta Komdigi agar lebih aktif menyampaikan informasi terkait kinerja pemerintah dalam penanganan bencana, agar tidak kalah dengan narasi para figur publik di media sosial.

“Kami mohon, Ibu, fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatra dan lain-lain itu, Bu,” kata Endipat.

Baca Juga:  Jembatan Kembar Silaiang Diterjang Banjir-Longsor, Akses Padang Panjang-Bukittinggi Tertutup

Ia menambahkan bahwa publik tidak boleh memiliki persepsi bahwa pemerintah tidak hadir dalam penanganan bencana.

“Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Ferry menyampaikan bahwa ia telah memberikan beberapa masukan terkait kebutuhan masyarakat di lapangan kepada Endipat, dan menurutnya masukan tersebut diterima dengan baik.

“Saya juga udah sampaikan beberapa concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima,” tegasnya.

Ferry, yang sebelumnya dikenal sebagai ASN di Kementerian Keuangan, menegaskan bahwa ia tidak pernah berusaha membesar-besarkan atau mengecilkan peran pemerintah.

“Gua nggak berusaha menutup-nutupi (peran pemerintah), nggak gua lebihin, nggak gua kurangin,” pungkasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending