Connect with us

Berita

BNPB Buka Suara usai Warga Aceh Tamiang Sebut Tenda Baru Dipasang jelang Kedatangan Presiden

BNPB membantah isu pemasangan tenda bantuan di Aceh Tamiang dilakukan jelang kedatangan Presiden Prabowo. Distribusi tenda disebut sudah berlangsung sejak Sabtu (6/12).

Logompn

Published

on

Bnpb buka suara usai warga aceh tamiang sebut tenda baru dipasang jelang kedatangan presiden
Tenda Pengungsian Untuk Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang. Gambar : Dok. BNPB

Aceh, MPN Indonesia 13 Desember 2025 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan klarifikasi terkait isu yang menyebut tenda bantuan baru dipasang di Aceh Tamiang menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah warga menyebut tenda bertuliskan “BNPB” baru terpasang beberapa jam sebelum rencana kunjungan presiden ke lokasi pengungsian di jembatan Sungai Tamiang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Rabu (10/12).

Menanggapi hal itu, BNPB menegaskan bahwa pemasangan tenda tidak berkaitan dengan agenda kunjungan Presiden Prabowo dan merupakan bagian dari penanganan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut.

Penjelasan BNPB Soal Distribusi Tenda

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Jumat (12/12), BNPB menjelaskan bahwa distribusi tenda telah dilakukan sejak akses jalur darat dari Medan menuju Aceh Tamiang kembali terbuka pada Sabtu (6/12).

“Distribusi logistik berupa tenda baik itu tenda pleton (TP) maupun tenda keluarga (TK) telah dilakukan sejak akses jalur darat dari Kota Medan menuju Kabupaten Aceh Tamiang mulai terbuka sejak Sabtu lalu, 6 Desember 2025,” tulis BNPB dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi bnpb.go.id, Sabtu (13/12).

BNPB menegaskan bahwa narasi yang mengaitkan pembangunan tenda dengan agenda Presiden adalah tidak benar.

“Melihat fakta di lapangan, narasi yang menyebutkan pembangunan tenda dilakukan berkaitan dengan agenda kegiatan Presiden di Aceh Tamiang adalah TIDAK BENAR,” tegas BNPB.

Dalam sepekan terakhir, BNPB telah mengirimkan total 30 TP dan 1.000 TK ke Aceh Tamiang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 TP dan 664 TK telah terpasang sejak Rabu (9/12).

Baca Juga:  Prabowo Tak Masalah soal Pengibaran Bendera One Piece asalkan Tujuannya Ini…

“BNPB telah mengirimkan tidak kurang dari 30 TP dan 1.000 TK, dimana 8 TP dan 664 TK sudah tergelar sejak Rabu, 9 Desember 2025,” ungkap BNPB.

BNPB juga menjelaskan bahwa pemasangan tenda dilakukan secara bertahap karena memerlukan waktu untuk penyiapan lokasi dan proses pendirian.

“Upaya mendirikan TP dan TK tersebut juga membutuhkan waktu untuk penyiapan lokasi dan pemasangannya,” demikian pernyataan BNPB.

Pengakuan Warga Pengungsi di Sungai Tamiang

Salah satu pengungsi, Amri, mengaku telah lebih dari satu minggu mengungsi di jembatan Sungai Tamiang.

Ia menyebut sebelumnya harus menumpang di tenda milik warga lain, sementara tenda BNPB baru dipasang beberapa jam sebelum ia diwawancarai.

“Hari pertama di atas titi ini numpang-numpang lah, kalau BNPB ini baru ini baru satu jam lalu,” ujar Amri saat ditemui di Jembatan Sungai Tamiang pada Rabu (10/12), dikutip dari detikSumut.

Hal serupa disampaikan pengungsi lain, Suriani. Ia mengatakan tenda BNPB baru dipasang setelah sebelumnya para pengungsi mendirikan tenda darurat secara mandiri.

“Yang ini (tenda BNPB)? Baru ini masuk tenda ini, sebelumnya buat tenda sendiri di sini,” ucap Suriani.

Keduanya menyebut sebelum mendapat tenda dari BNPB, para pengungsi tinggal dalam kondisi sempit.

Amri menjelaskan bahwa satu tenda sempat diisi oleh empat kepala keluarga.

“Saat itu kami 4 KK tidur dalam satu tenda, macam ikan dalam fiber itu disusun gitu, kalau ini (tenda BNPB) isinya satu tenda satu keluarga,” jelasnya.

Suriani menambahkan bahwa tenda darurat yang mereka dirikan sebelumnya bahkan sempat dihuni tujuh kepala keluarga.

Setelah tenda BNPB terpasang, keluarganya yang berjumlah tujuh orang akhirnya mendapatkan satu tenda sendiri.

Kebutuhan Logistik dan Air Bersih

Terkait logistik, Amri dan Suriani menyampaikan bahwa bantuan makanan sudah mencukupi.

Baca Juga:  Update Korban Banjir-Longsor di Aceh: 96 Jiwa Meninggal Dunia, 113 Orang Hilang

Namun, mereka masih membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah di sini sudah baik, tinggal selimut aja sama air bersih untuk masak,” kata Amri.

Suriani menyebut pasokan air bersih masih terbatas dan tidak datang setiap hari.

“Kadang sekali 2 hari datang mobil air,” tuturnya.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang

BNPB menyampaikan bahwa tim di lapangan bekerja siang dan malam untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan tempat pengungsian yang layak.

Penanganan bencana alam dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, dan BNPB menyatakan terbuka terhadap kritik serta masukan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya dijadwalkan mengunjungi Aceh Tamiang pada Kamis (11/12).

Namun, kunjungan tersebut ditunda dan dijadwalkan ulang pada Jumat (12/12).

Prabowo direncanakan bertolak dari Medan menggunakan helikopter untuk meninjau langsung lokasi bencana di Aceh Tamiang serta Aceh Tengah.

(AKM/NID/RAD)

Trending