Connect with us

Kriminal

Tragis! Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia usai Dibanting Ayah Kandung di Ciputat

Seorang bayi perempuan berusia enam bulan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh ayah kandungnya.

Logompn

Published

on

Bayi 6 bulan meninggal dunia usai dianiaya ayah kandung
Bayi 6 Bulan Meninggal Dunia usai Dianiaya Ayah Kandung | Gambar: Ilustrasi Canva

Banten, MPN Indonesia 16 Desember 2025 - Seorang bayi perempuan berusia enam bulan meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh ayah kandungnya di wilayah Jombang, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu sore (14/12).

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, yang menyatakan bahwa pelaku sudah diamankan.

“Benar telah terjadi dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku sudah kami amankan dan kasus ini sedang kami tangani lebih lanjut,” kata Bambang dalam keterangannya pada Senin (15/12).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kasus kriminal ini terjadi ketika bayi sedang bersama pelaku berinisial IS di sebuah warung.

“IS menyuruh istrinya atau ibu anak korban untuk membuatkan susu karena anak korban menangis,” terang Bambang.

Kesal karena si bayi terus menangis, IS kemudian membanting korban ke lantai sebanyak dua kali hingga kepalanya terbentur.

Karena mengalami pendarahan di bagian kepala, pihak keluarga kemudian melarikan korban ke rumah sakit.

“Namun, saat dalam perjalanan anak korban meninggal dunia karena pendarahan di bagian kepala. Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” jelas Bambang.

Pengakuan Pelaku

Saat diperiksa, pelaku menjelaskan bahwa saat itu korban menangis karena kondisi rumahnya yang gelap akibat token listrik habis.

Ia pun mengaku telah membanting korban sebanyak dua kali karena tak kunjung selesai menangis.

“IS membanting korban sebanyak dua kali, pertama di matras (lantai) secara tengkurap (menghadap bawah), kedua di kasur secara terlentang (menghadap atas),” ungkap Bambang.

Saat membanting yang kedua kalinya, IS menyebut bahwa kepala korban terkena botol susu dan sempat merintih sebelum akhirnya diam.

Baca Juga:  Jerome Polin Sebut Tumpukan Uang Rp11,8 T Hasil Korupsi CPO Lebih Tinggi dari Gunung Everest

“IS mengakui, saat dibanting pertama, korban masih menangis dan saat dibanting kedua kalinya korban sempat merintih hingga akhirnya terdiam,” imbuh Bambang.

Kini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian di Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan dan akan diproses berdasarkan hukum yang berlaku.

(AKM/NID/RAD)

Trending