Connect with us

Politik

Hasan Nasbi Sebut Kebiasaan Ngopi dan Makan Gorengan Picu Penggundulan Hutan

Hasan Nasbi menyatakan bahwa kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi kopi dan gorengan dapat memicu terjadinya deforestasi atau penebangan hutan.

Logompn

Published

on

Hasan nasbi sebut kebiasaan ngopi dan makan gorengan picu penggundulan hutan
Hasan Nasbi Sebut Kebiasaan Ngopi dan Makan Gorengan Picu Penggundulan Hutan | Gambar: YouTube/Hasan Nasbi

MPN Indonesia 16 Desember 2025 - Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi kopi dan gorengan dapat memicu terjadinya deforestasi atau penebangan hutan.

Hal ini disampaikan melalui kanal YouTube pribadinya pada Rabu (10/12). Menurutnya, permintaan terhadap komoditas tersebut mendorong alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan kopi dan kelapa sawit.

“Ada yang bilang, ‘Oh ini akibat hutan ditebangi,’ mungkin, tapi kemudian jangan pukul rata, karena selagi kita masih suka nih minum kopi, ada hutan yang berubah jadi kebun kopi. Kita makan gorengan ada hutan yang berubah menjadi kebun sawit,” ujarnya dalam tayangan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (16/12).

Singgung Kebutuhan Bahan Produksi

Dalam pernyataannya, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa penebangan hutan memiliki aturan dan pengawasan yang spesifik.

Ia menegaskan bahwa deforestasi di kawasan konservasi tidak diperbolehkan dalam kondisi apa pun. Sebaliknya, hutan yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanaman industri dapat ditebang untuk ditanami jenis tanaman lain sesuai kebutuhan produksi.

“Kalau hutannya sudah ditetapkan sebagai hutan kawasan tanaman industri, ya kan? Berarti hutannya boleh ditebang dan boleh ditanam tanaman lain selain pohon-pohon yang pernah ada di situ. Tanaman pohon yang untuk kebutuhan produksi. Kalau sudah menjadi kawasan perkebunan, dia jadi perkebunan,” katanya.

Ia juga menunjukkan bahwa berbagai bahan produksi seperti logam untuk cangkir dan komponen ponsel berasal dari hasil penambangan.

“Ini kan macam-macam bahannya nih, dan ini kan enggak turun dari langit, ini ada perut bumi yang digali untuk kita bisa punya HP. Bahkan ketika mereka marah-marah soal hutan ditebang pakai jari itu pun yang dipegang oleh jarinya itu hasil mengeruk perut bumi tuh. Ada hutan yang ditebang itu, yakin,” ucapnya.

Baca Juga:  Sri Lanka Diterjang Banjir, 123 Orang Dikabarkan Tewas

Polisi Selidiki Kayu Gelondongan di Banjir Sumatra

Pernyataan Hasan Nasbi tersebut mencuat di tengah sorotan terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatra.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri meningkatkan status kasus kayu gelondongan yang terseret banjir di Sumatra Utara ke tahap penyidikan.

Hal tersebut dilakukan usai penyidik meyakini ada unsur pidana terkait dugaan pembalakan liar di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga dan Anggoli.

“Untuk di TKP (tempat kejadian perkara) Garoga dan Anggoli sudah kami naikkan ke proses penyidikan,” ujar Dir Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, kepada wartawan pada Rabu (10/12).

Penyidik juga tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel kayu dari lokasi untuk memastikan asal-usulnya, apakah berasal dari lahan masyarakat atau dari pembukaan lahan perusahaan yang terindikasi mengandung unsur tindak pidana pembalakan liar.

(AKM/NID/RAD)

Trending