Connect with us

Selebriti

Sampai Menahan Tangis, Nicholas Saputra Bicara Soal Bencana Sumatra: Harusnya jadi Wake Up Call

Nicholas Saputra mengungkap kesedihan atas bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Ia menyebutnya sebagai peringatan penting untuk menjaga alam.

Logompn

Published

on

Sampai menahan tangis, nicholas saputra bicara soal bencana sumatra harusnya jadi wake up call
Sampai Menahan Tangis, Nicholas Saputra Bicara Soal Bencana Sumatra. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/IDN Times

MPN Indonesia 17 Desember 2025 - Nicholas Saputra menyampaikan duka mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Ia menilai rangkaian bencana alam tersebut sebagai peringatan serius yang perlu disikapi secara bersama, terutama oleh para pembuat kebijakan.

Pernyataan itu disampaikan Nicholas dalam podcast bersama jurnalis Uni Lubis pada acara Real Talk di kanal YouTube IDN Times, Selasa (9/12).

Dalam perbincangan tersebut, ia menyebut bencana alam di Sumatra sebagai sebuah wake up call untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Bencana Alam sebagai Peringatan Kolektif

Nicholas Saputra mengungkapkan kegelisahannya terhadap bencana yang terjadi.

Ia menekankan bahwa peristiwa tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlangsung dalam waktu lama.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga alam tidak hanya berada di pundak aktivis atau pegiat lingkungan, melainkan menjadi tugas semua orang.

“Bencana yang terjadi di Sumatra ini harusnya jadi wake up call untuk pembenahan alam kita dan jadi peringatan buat pembuat kebijakan bahwa alam dan lingkungan harus kita jaga,” ujar Nicholas dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (17/12).

Ia menilai kesadaran kolektif terkait lingkungan masih lemah, padahal dampak kerusakan alam dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Nasib Masyarakat Sekitar Hutan

Dalam momen emosional, Nicholas tampak menahan tangis saat membahas kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Ia menyoroti ironi yang dialami kelompok tersebut, yang kerap diminta menjaga hutan, namun hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menjadi pihak paling terdampak ketika bencana terjadi.

Baca Juga:  Korban Banjir Sumatra Dapat Tambahan Waktu Pelunasan Biaya Haji 2026

“Kita minta mereka jagain hutan, tapi kondisinya miskin. Kalau bencana, paling pertama kena. Bantuan paling terakhir dapat,” ucapnya lirih.

Ia menyampaikan keprihatinan bahwa kelompok ini sering kali luput dari perhatian, padahal berada di garis depan saat bencana melanda.

Seruan Kesadaran Lingkungan dalam Kehidupan Sehari-hari

Nicholas Saputra, yang dikenal jarang bersikap reaktif di ruang publik, dalam wawancara tersebut menunjukkan keterikatan emosional terhadap isu lingkungan.

Ia menegaskan bahwa manusia sejatinya hanya “numpang” di bumi dan sudah seharusnya mempertimbangkan dampak setiap tindakan terhadap alam.

“Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam adalah bagian penting dalam kehidupan kita dan kita hanya numpang di bumi ini. Kita mendapatkan kebaikan yang terus menerus maka seharusnya kita punya rasa terima kasih dan rasa syukur kalau apa pun yang kita miliki dengan terus mempertimbangkan apa yang kita lakukan apakan ini akan merusak alam dan lingkungan kita,” pungkas Nicholas.

Ia juga menyayangkan pandangan yang menganggap pelestarian lingkungan sebagai isu eksklusif.

Menurutnya, kesadaran tersebut perlu dibangun sejak dini agar bencana serupa tidak terus berulang.

Tanggapan atas Kritik Warganet

Sebelumnya, Nicholas sempat mendapat kritik dari sebagian warganet karena dianggap kurang vokal menyikapi bencana alam di Sumatra, terutama mengingat keterlibatannya dalam pengelolaan eco resort di kawasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Nicholas menjelaskan bahwa dirinya selama ini telah berupaya menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan, dan bencana kali ini justru semakin menguatkan komitmennya terhadap isu tersebut.

Melalui pernyataannya, Nicholas Saputra menegaskan bahwa bencana di Sumatra bukan sekadar duka bagi daerah terdampak, melainkan pengingat bagi semua pihak akan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

(ELG/NID/RAD)

Trending