Connect with us

Teknologi

Puluhan Ribu Anak Protes dan Ancam Tinggalkan Rusia Usai Roblox Diblokir

Puluhan ribu anak dan remaja di Rusia memprotes pemblokiran Roblox sejak awal Desember. Pemerintah menuding gim tersebut mengandung konten ekstremis dan propaganda LGBT.

Logompn

Published

on

Puluhan ribu anak protes dan ancam tinggalkan rusia usai roblox diblokir
Ilustrasi Game Roblox. Gambar : Reuters/Ramil Sitdikov

MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Puluhan ribu anak-anak dan remaja di Rusia melayangkan protes terhadap keputusan pemerintah yang memblokir game Roblox sejak awal Desember.

Sejumlah anak bahkan menyampaikan ancaman akan meninggalkan Rusia sebagai bentuk penolakan atas larangan tersebut.

Pemblokiran Roblox diberlakukan oleh badan pengawas media dan telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, pada Rabu (3/12).

Pemerintah menuding platform game tersebut mengandung konten ekstremis serta propaganda LGBT.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa pemerintah menerima banyak surat dari anak-anak terkait pemblokiran tersebut.

Ia merespons laporan Yekaterina Mizulina, advokat sensor pro-Kremlin, yang mengklaim telah menerima sekitar 63.000 surat dari anak-anak berusia 8 hingga 16 tahun, dengan separuh di antaranya berisi ancaman meninggalkan Rusia.

“Mereka tidak menulis akan meninggalkan (Rusia), tapi mereka menulis tentang game ini,” ujar Peskov kepada wartawan pada Selasa (16/12), dikutip dari The Moscow Times, pada Kamis (18/12).

Aksi Protes Daring dan Demonstrasi Langsung

Selain protes secara daring, pemblokiran Roblox juga memicu aksi demonstrasi langsung di sejumlah daerah.

Di Kota Tomsk, Siberia, beberapa lusin warga menggelar unjuk rasa di Taman Vladimir Vysotsky.

Para demonstran membawa plakat bertuliskan “Jangan sentuh Roblox” dan “Roblox adalah korban Tirai Besi digital”, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Alasan Pemblokiran dan Respons Publik

Roskomnadzor menyatakan pemblokiran dilakukan karena Roblox dinilai membahayakan perkembangan moral dan spiritual anak-anak.

Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menyebut bahwa anak-anak di platform itu menjadi sasaran pelecehan seksual, dimanipulasi untuk mengirim foto intim, serta dipaksa melakukan tindakan kekerasan.

Baca Juga:  Komunitas Roblox Galang Dana untuk Keluarga Affan Kurniawan

Tuduhan tersebut menjadi dasar utama keputusan pemutusan akses Roblox di Rusia.

Di sisi lain, Roblox yang berbasis di San Mateo, California, tercatat sebagai salah satu game mobile paling populer di Rusia pada 2023.

Meski jumlah pengguna di Rusia tidak dirinci, secara global platform ini memiliki sekitar 100 juta pengguna aktif, dengan sekitar 40 persen di antaranya berusia di bawah 13 tahun.

Perusahaan induk Roblox menyatakan bahwa seluruh konten di platform dimoderasi oleh tim manusia dan teknologi berbasis kecerdasan buatan, dengan fokus pada penghapusan konten berbahaya.

Perdebatan Sensor Digital di Rusia

Pemblokiran Roblox juga memicu respons beragam dari masyarakat dewasa.

Sejumlah orang tua dan guru menyampaikan kekhawatiran terkait potensi paparan konten seksual serta komunikasi bebas antara anak-anak dan orang dewasa di platform tersebut.

Namun, sebagian warga lainnya mempertanyakan efektivitas larangan ini, mengingat banyak anak masih dapat mengakses Roblox melalui penggunaan VPN.

Kebijakan pemblokiran Roblox menambah daftar panjang pembatasan akses Rusia terhadap platform digital Barat.

Sebelumnya, pemerintah Rusia telah membatasi atau memblokir Instagram, Facebook, Threads, Twitter/X, LinkedIn, Snapchat, WhatsApp, dan YouTube.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya melawan apa yang dianggap sebagai “perang informasi” dan pengaruh budaya Barat yang dinilai merusak nilai-nilai tradisional Rusia.

Meski demikian, kebijakan tersebut terus memicu perdebatan mengenai batas antara perlindungan anak dan kebebasan digital.

Sebagai catatan, Roblox juga pernah dilarang di sejumlah negara lain seperti Irak dan Turki dengan alasan serupa terkait kekhawatiran eksploitasi anak.

Hingga kini, pihak Roblox belum memberikan tanggapan resmi atas larangan terbaru dari Rusia, meskipun sebelumnya menyatakan komitmen terhadap keselamatan pengguna melalui sistem perlindungan bawaan di platformnya.

Baca Juga:  Trump Kutuk Serangan Udara Rusia ke Ukraina, Sebut Putin 'Gila'

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending