Teknologi
BRIN Kirim Drone ke Sumatra, Bisa Deteksi Jenazah di Bawa Tanah
BRIN mengerahkan drone radar tembus tanah dan data citra satelit untuk mendukung pencarian korban serta rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
MPN Indonesia 18 Desember 2025 - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengerahkan sejumlah drone ke wilayah terdampak bencana alam di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung pencarian korban hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang hingga kini masih dalam tahap penanganan.
Teknologi utama yang digunakan adalah drone dengan sistem ground penetration radar yang mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah.
“Drone ground penetration radar ini bisa mendeteksi benda 100 meter di bawah permukaan tanah yang bisa mendeteksi korban jenazah dan lain sebagainya,” jelas Kepala BRIN Arif Satria dalam konferensi pers di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (17/12).
Dukungan Drone untuk Pencarian dan Rekonstruksi
Selain drone radar, BRIN juga mengerahkan drone lain dengan jangkauan hingga radius 100 kilometer.
Drone tersebut digunakan untuk membantu pemetaan wilayah terdampak dan mendukung proses rekonstruksi pascabencana.
Bencana alam di tiga provinsi tersebut telah memasuki pekan ketiga penanganan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (18/12), tercatat total 1.059 korban meninggal dunia dan 192 orang masih dinyatakan hilang.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yakni 451 orang meninggal dan lebih dari 4.300 orang luka-luka.
Di Sumatra Utara tercatat 364 orang meninggal dan lebih dari 2.300 orang terluka, sementara di Sumatra Barat terdapat 244 korban meninggal dan 382 orang mengalami luka-luka.
Data Citra Satelit dan Teknologi Air Bersih
BRIN juga menyediakan data citra satelit yang dimanfaatkan oleh BNPB, Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data tersebut diperoleh melalui control room BRIN yang memiliki kemampuan pemantauan bencana.
“Kami sudah menyiapkan data citra satelit yang kemudian kita distribusikan ke BNPB dan juga lembaga-lembaga lain yang berwenang,” ujar Arif Satria.
Data dasar ini digunakan sebagai bahan analisis untuk mendukung proses rekonstruksi wilayah terdampak.
Selain itu, BRIN turut menyalurkan teknologi pengolahan air siap minum atau arsinum guna membantu pemulihan kondisi warga.
Teknologi tersebut mampu mengolah air banjir dan air berlumpur menjadi air layak konsumsi dengan kapasitas awal 10.000 liter per hari, kemudian ditingkatkan menjadi 20.000 liter, serta dipersiapkan hingga mampu mengolah 100.000 liter per hari.
“Air siap minum itu bisa mengolah air banjir, air lumpur untuk menjadi air siap minum per hari 10 ribu liter dan sekarang sedang kita siapkan lagi untuk yang 20 ribu liter, kemudian siap untuk mengolah air bersih sampai 100 ribu liter,” pungkas Arif.
Langkah-langkah tersebut dilakukan BRIN sebagai bagian dari dukungan teknologi dalam proses pencarian korban, rekonstruksi, serta pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
