Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat 19 Desember 2025, Renungan dan Taubat untuk Hidup yang Lebih Baik

Khutbah Jumat hari ini mengajak umat Islam bermuhasabah, segera bertobat, dan memanfaatkan sisa umur untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Logompn

Published

on

Khutbah jumat 19 desember 2025, renungan dan taubat untuk hidup yang lebih baik
Ilustrasi Masjid. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Desember 2025 - Khutbah Jumat pada Jumat (19/12) mengangkat tema “Renungan, Tobat, dan Menyongsong Hidup yang Lebih Baik”, bertepatan dengan akhir tahun 2025.

Melalui khutbah keagamaan ini, umat Islam diajak tidak sekadar menyambut pergantian tahun dengan perayaan, tetapi menjadikannya momentum untuk merenungkan perjalanan hidup serta memperbaiki diri.

Pesan utama khutbah menekankan pentingnya muhasabah dan tobat sebagai bentuk kesadaran bahwa setiap pergantian waktu adalah pengingat berkurangnya umur manusia.

Khutbah dibuka dengan pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta wasiat takwa sebagai teladan dari Rasulullah SAW.

Jamaah diingatkan bahwa ketakwaan merupakan bekal terbaik menuju akhirat. Hal ini merujuk pada firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah [2]:197:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ

Artinya: “Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

Waktu sebagai Tanda Kekuasaan Allah

Dalam khutbah tersebut dijelaskan bahwa waktu yang terus berjalan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT dan menjadi bahan renungan bagi orang-orang beriman.

Hal ini ditegaskan melalui QS An-Nur [24]:44:

يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لأوْلِي الأبْصَارِ

Artinya: “Allah menjadikan malam dan siang silih berganti. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pergantian siang dan malam membawa pelajaran bagi mereka yang mau berpikir dan merenungi hidupnya.

Seruan Muhasabah di Akhir Tahun

Khutbah menegaskan bahwa setiap detik yang berlalu merupakan bagian dari hidup yang tidak akan kembali.

Baca Juga:  25+ Poster 1 Muharam 1448 Hijriah, Cocok untuk Story Instagram

Oleh karena itu, sisa umur yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbanyak amal dan ibadah kepada Allah SWT.

Dalam khutbah juga disampaikan wasiat Rabiah al-Adawiyah kepada Sufyan ats-Tsauri yang dicatat dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan karya Syekh Ismail Haqqi:

قَالَتْ رَابِعَةُ الْعَدَوِيَّةُ لِسُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ: إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ مَعْدُودَةٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ، وَيُوشِكُ إِذَا ذَهَبَ الْبَعْضُ أَنْ يَذْهَبَ الْكُلُّ، وَأَنْتَ تَعْلَمُ فَاعْلَمْ وَاعْتَبِرْ… قُلْ ذَهَبَ يَوْمِي مَاذَا عَمِلْتُ فِيهِ فَإِنَّ بِالْيَوْمِ يَنْقَضِي الْعُمُرُ

Artinya: “Sesungguhnya engkau hanyalah hari-hari yang terhitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu telah pergi. Dan hampir saja jika sebagian telah pergi, maka seluruhnya akan pergi. Engkau tahu, maka ketahuilah dan ambillah pelajaran. Katakanlah, ‘Hari ini telah berlalu, apa yang telah aku lakukan di dalamnya?’ Karena dengan berlalunya hari-hari itulah umur pun berakhir.”

Akhir tahun 2025 juga ditekankan sebagai titik balik kesadaran dan introspeksi.

Dalam khutbah disampaikan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang senantiasa bermuhasabah terhadap dirinya.

Hal ini diperkuat dengan perkataan Maimun bin Mahran dalam kitab Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali:

وَعَنْ مَيْمُونِ بْنِ مَهْرَانَ أَنَّهُ قَالَ: لَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنَ الْمُتَّقِينَ حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ

Artinya: “Tidaklah seorang hamba termasuk golongan orang-orang yang bertakwa, hingga ia bermuhasabah (mengintrospeksi) dirinya sendiri.”

Khutbah juga mengingatkan agar umat Islam segera bertobat dan tidak menunda-nunda, karena kematian dapat datang kapan saja.

Pergantian waktu dipahami sebagai peringatan bahwa kesempatan beramal semakin berkurang.

Penutup Khutbah dan Doa

Khutbah kedua kembali dibuka dengan pujian kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Jamaah diingatkan untuk menjaga ketaatan, menegakkan shalat berjamaah, menjalankan puasa, serta melaksanakan kewajiban agama lainnya.

Baca Juga:  Puasa Arafah Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keistimewaannya

Khatib menutup khutbah dengan doa agar Allah SWT mengampuni kaum muslimin dan mengangkat berbagai musibah dari negeri ini.

Beberapa penggalan doa yang dibacakan antara lain:

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca Juga:  Amalan Maulid Nabi yang Dianjurkan, Lengkap dengan Dalil dan Penjelasannya

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending