Connect with us

Lifestyle

Puasa Arafah Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keistimewaannya

Berikut jadwal dan niat lengkap Puasa Arafah beserta latin dan terjemahannya.

Logompn

Published

on

Puasa Arafah Kapan Ini Jadwal, Niat, dan Keistimewaannya
Puasa Arafah Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keistimewaannya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Mei 2026 - Puasa Arafah merupakan amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam pada 9 Dzulhijjah menjelang Iduladha, khususnya bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Pada tahun 1447 H, berdasarkan isbat Pemerintah melalui Kementerian Agama, 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin (18/5), sehingga puasa Arafah dilaksanakan pada Selasa (26/5).

Puasa ini dianjurkan karena termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang disebut sebagai hari-hari paling dicintai Allah SWT untuk memperbanyak amal saleh.

Anjuran Puasa Arafah

Anjuran puasa Arafah didasarkan pada hadis sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim).

Kemudian dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Nabi bersabda, ‘Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah).’ Lantas para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga berjihad di jalan Allah?’ Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun (mati syahid).’” (HR Al-Bukhari).

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nihayah az-Zain fi Irsyad al-Mubtadiin menjelaskan:

يُسَنُّ مُتَأَكِّدًا مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ: الْأَوَّلُ صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ لِغَيْرِ الْحَاجِّ وَهُوَ تَاسِعُ ذِي الْحِجَّةِ؛ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْمُسْتَقْبَلَةَ، وَصَوْمُهُ لِلْحَاجِّ خِلَافُ الْأَوْلَى

Baca Juga:  Ibu Menyusui Boleh Puasa? Ini Syarat dan Tips Agar Tetap Sehat Selama Ramadan

“Sangat disunnahkan berpuasa pada lima belas hari tertentu, yang pertama adalah puasa Hari Arafah bagi selain jemaah haji, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini karena Nabi SAW pernah ditanya tentang puasa Arafah, lalu beliau bersabda: Puasa itu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Adapun bagi jemaah haji, berpuasa pada hari Arafah hukumnya khilaf al-aula.”

Lafal Niat Puasa Arafah

Waktu niat puasa Arafah dimulai sejak malam hari setelah terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar.

Dikutip MPN Indonesia dari NU Online, niat juga diperbolehkan pada siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa, sejak pagi hingga sebelum tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur).

Lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending