Connect with us

Berita

Jakarta Gelar Perayaan Tahun Baru dengan Sederhana sebagai Wujud Empati Bencana Sumatra

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berlangsung secara sederhana.

Logompn

Published

on

Pramono anung gelar perayaan tahun baru dengan sederhana sebagai empati bencana sumatra
Pramono Anung Gelar Perayaan Tahun Baru dengan Sederhana sebagai Empati Bencana Sumatra | Gambar: Dok. Pemprov Jakarta

MPN Indonesia 21 Desember 2025 - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta akan berlangsung secara sederhana.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

“Yang jelas bahwa Jakarta tidak dalam kemeriahan, kemewahan. Mungkin juga malah saya akan melakukan hal yang berkaitan dengan penekanan pada doa dan sebagainya,” ujar Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (18/12).

Meski dilaksanakan dalam suasana keprihatinan nasional, Pramono menegaskan penyambutan Tahun Baru tetap akan digelar.

Hal ini karena Jakarta memegang posisi penting sebagai ibu kota negara sekaligus kota global yang menjadi perhatian internasional.

“Tetap harus ada penyambutan Tahun Baru, karena ini kan Jakarta, ini kan ibu kota negara, dan ini yang dilihat dunia,” ujarnya.

Gelar Perayaan dengan Sederhana

Dalam pelaksanaannya, perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta akan fokus pada nilai kebersamaan dan harapan, bukan kemewahan.

Pramono menyatakan bahwa Jakarta harus tetap menunjukkan potret optimisme meski sedang dalam suasana duka.

“Walaupun nanti dalam kesederhanaan, saya ingin Jakarta tetap di mata dunia, walaupun dalam kondisi berduka kita semua, tetap menjadi potret optimisme menyambut Tahun Baru 2026. Karena itu penting,” ujarnya.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, kemungkinan akan digelar doa bersama. Pramono memastikan tidak akan ada perayaan meriah yang mencolok, melainkan kegiatan yang lebih bernuansa reflektif.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga disebut terus menyalurkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah terdampak bencana.

Bantuan tersebut dikirim secara berkelanjutan, termasuk secara langsung ke kota atau kabupaten yang mengalami dampak cukup parah, meskipun tidak dipublikasikan secara besar-besaran.

Baca Juga:  Momen Kocak, Badru Kepiting Ruqyah Pelaku Pelecehan di Polres Jaksel

“Tetapi secara terus-menerus kami tetap melakukan itu. Termasuk secara spesifik beberapa kota atau kabupaten yang terkena dampaknya cukup parah, kami perlakukan secara tersendiri, kami mengirim secara langsung kepada kota/kabupaten yang bersangkutan,” tandas Pramono.

(AKM/NID/RAD)

Trending