Connect with us

Teknologi

Internet di Aceh Sudah Pulih 73 Persen, Listrik Masih Jadi Masalah

Komdigi mencatat 73,5 persen layanan internet dan telekomunikasi di Aceh telah pulih hingga Jumat (19/12), setelah sebelumnya terdampak bencana banjir dan longsor.

Logompn

Published

on

Internet di aceh sudah pulih 73 persen, listrik masih jadi masalah
Internet di Aceh Sudah Pulih 73 Persen, Listrik Masih Jadi Masalah | Gambar: Tangkapan Layar Instagram/@muzakirmanaf1964

Aceh, MPN Indonesia 21 Desember 2025 - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat 73,5 persen layanan internet dan telekomunikasi di Aceh telah pulih hingga Jumat (19/12), setelah sebelumnya terdampak bencana banjir dan longsor.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menyatakan bahwa perbaikan jaringan telekomunikasi di Aceh menunjukkan kemajuan dalam satu hari terakhir.

“Aceh ini dalam satu hari terakhir, tanggal 17 ke 18, kita melihat ada kenaikan yang cukup tinggi dari 50-an persen kepada per dini hari tadi pukul 00 ini on air BTS sudah di 73,5%,” ujarnya dalam Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Natal dan Tahun Baru di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat.

Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, menambahkan bahwa angka 73 persen mencerminkan tingkat uptime BTS di wilayah yang pasokan listrik dan bahan bakarnya sudah kembali normal. Namun, ia menegaskan pemulihan belum sepenuhnya optimal.

“Ada beberapa persoalan masih ada di sana sehingga angkanya walaupun meningkat tapi kita belum mengatakan itu optimal. Dan daerah ini harus bisa mencapai titik optimal sesegera mungkin,” katanya.

Aceh Masih Terkendala Listrik

Komdigi menyebut proses pemulihan layanan telekomunikasi berlangsung di tiga provinsi terdampak bencana yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hingga saat ini, Sumatra Barat dan Sumatra Utara masing-masing telah mencapai kestabilan operasional jaringan sebesar 98–99 persen dan 97–98 persen.

Sementara Aceh masih tertinggal akibat kendala kelistrikan dan kerusakan infrastruktur pendukung.

Beberapa wilayah di Aceh yang masih mengalami gangguan jaringan meliputi Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Baca Juga:  Sri Mulyani Buka Blokir Anggaran Rp86,6 Triliun usai Rampungkan Proses Efisiensi

Nezar menyebut bahwa pemerintah telah mengirimkan tambahan genset untuk membantu pemulihan pasokan listrik sambil menunggu perbaikan jaringan oleh PLN.

“Masih soal listrik. Dan ini kita sudah coba pecahkan dengan cara mengirimkan lebih banyak genset. Sambil menunggu rekan-rekan PLN memperbaiki jaringan kelistrikan yang ada di sana,” ujarnya.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho turut menjelaskan bahwa masalah listrik menjadi kendala utama dalam pemulihan jaringan di Aceh.

“Sampai saat ini masih ada kurang lebih 4 pembangkit listrik yang masih belum bisa beroperasi secara normal,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa banyak menara SUTET roboh dan integrasi dengan pembangkit listrik belum bisa dilakukan sepenuhnya.

Selain itu, dampak bencana menyebabkan gangguan pada kabel fiber optik yang terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan.

“Yang kedua, dari sisi akses atau transport, jadi fiber optiknya pun banyak yang mengalami gangguan atau terputus, karena impact dari bencana banjir dan tanah longsor di sana,” tambahnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending