Connect with us

Politik

Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menteri Sugiono: Tidak Komunikatif, Tidak Responsif

Mantan Wakil Menlu, Dino Patti Djalal, melontarkan kritik terhadap kinerja Menlu Sugiono yang dinilai tidak komunikatif dan minim keterlibatan langsung dalam urusan diplomasi.

Logompn

Published

on

Dino patti djalal kritik kinerja menteri sugiono
Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menteri Sugiono | Gambar: Instagram/@dinopattidjalal

MPN Indonesia 22 Desember 2025 - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu), Dino Patti Djalal, melontarkan kritik terhadap kinerja Menlu Sugiono yang dinilai tidak komunikatif dan minim keterlibatan langsung dalam urusan diplomasi.

Kritik tersebut disampaikan melalui video berdurasi lebih dari sembilan menit berjudul 4 Kritik + Saran untuk Menlu Sugiono dari Masyarakat Hubungan Internasional yang diunggah di akun Instagram @dinopattidjalal pada Minggu (21/12).

“Menlu Sugiono yang baik, saya Dino Patti Djalal membuat pesan ini sebagai sesepuh kementerian luar negeri, sebagai pendukung politik luar negeri, sebagai ketua ormas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan di Asia, dan juga sebagai rakyat,” katanya membuka video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Senin (22/12).

Minta Luangkan Waktu untuk Pimpin Kemenlu

Hal pertama yang disoroti Dino ialah soal perlunya kehadiran langsung Menlu Sugiono dalam memimpin Kementerian Luar Negeri yang dinilainya sangat membutuhkan kepemimpinan aktif.

“Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen, dan kalau bisa 80 persen alhamdulillah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri adalah institusi yang penuh talenta, tetapi memerlukan kepemimpinan aktif agar potensi dapat dimaksimalkan.

“Kementerian luar negeri itu seperti mobil Ferrari, salah satu lembaga terbaik di NKRI… Tapi Ferrari hanya bisa perform kalau dikendarai driver yang piawai dan fokus,” ujar Dino.

Ia menyebutkan kondisi saat ini menunjukkan banyak KBRI tidak memperoleh arahan strategis, dengan rapat koordinasi yang tertunda hampir satu tahun. Dino menilai hal tersebut menurunkan semangat diplomat, karena merasa inisiatif mereka tidak direspons.

Baca Juga:  Dukung Aurelie Moeremans, Rieke 'Oneng' Minta Kasus Child Grooming Diusut

Soroti soal Minimnya Komunikasi

Kritik kedua ditujukan Dino pada pola komunikasi Menlu Sugiono yang dinilai tidak memadai.

Ia menyatakan bahwa dalam satu tahun terakhir, hampir tidak ada pidato kebijakan atau wawancara publik yang menjelaskan arah politik luar negeri Indonesia.

“Dalam satu tahun terakhir jarang sekali ada penjelasan publik dari Menlu mengenai langkah-langkah politik luar negeri Indonesia selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi Kementerian Luar Negeri. Kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” katanya.

Dino juga menyoroti penggunaan media sosial Sugiono yang cenderung hanya menampilkan foto dan video tanpa penjelasan substansi kebijakan.

Ia menilai, hal tersebut menyebabkan publik tidak memahami langkah-langkah diplomasi pemerintah.

Sebut Menlu Sugiono Tak Komunikatif dan Responsif

Lebih lanjut, Dino mengkritik hubungan Menlu Sugiono dengan organisasi masyarakat dan komunitas diplomasi yang dinilai renggang.

Ia menyebut banyak undangan untuk berdialog tidak ditanggapi, dan merasa bahwa Menlu menjauh dari kelompok-kelompok yang selama ini berperan dalam diplomasi akar rumput.

“Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Menlu Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel,” tegas Dino.

Ia menekankan bahwa prinsip yang dianut oleh para Menlu sebelumnya adalah “never burn your bridges” karena dukungan dari publik dan mitra diplomatik tidak datang otomatis, melainkan harus dibangun melalui keterbukaan dan komunikasi yang aktif.

Dino kemudian menutup kritiknya dengan mendorong perubahan gaya kepemimpinan Sugiono agar lebih terbuka, responsif, dan melibatkan pemangku kepentingan.

“Kalau semua ini tidak dilakukan, maka Kementerian Luar Negeri akan redup, diplomasi Indonesia akan merosot dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah,” ujarnya.

Baca Juga:  Profil Rizal Calvary Marimbo, Eks Jubir PSI yang Terpilih sebagai Direktur Manajemen PLN

(AKM/NID/RAD)

Trending