Connect with us

Politik

Tito Karnavian Kena Semprot Eks Menlu Malaysia soal Bantuan untuk Aceh: Harus Berterima Kasih!

Pernyataan Tito Karnavian soal bantuan Malaysia untuk korban banjir Aceh menuai teguran dari Tan Sri Rais Yatim yang menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan etika diplomatik.

Logompn

Published

on

Tito karnavian kena semprot eks menlu malaysia soal bantuan untuk aceh harus berterima kasih!
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Gambar : Instagram/@titokarnavian

Aceh, MPN Indonesia 22 Desember 2025 - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendapat teguran keras dari mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Tan Sri Rais Yatim, terkait pernyataannya mengenai nilai bantuan kemanusiaan dari Malaysia untuk korban banjir di Aceh.

Teguran tersebut muncul setelah pernyataan Tito dinilai tidak mencerminkan etika dalam hubungan antarnegara.

Teguran Rais Yatim disampaikan melalui sebuah video yang beredar di media sosial TikTok @disrupsi pada Jumat (19/12).

Video tersebut merespons pernyataan Tito dalam siniar Suara Lokal Mengglobal yang diunggah di YouTube Helmy Yahya Bicara pada Sabtu (13/12), di mana Tito menyebut bantuan medis dari Malaysia “tidak seberapa”.

Pernyataan Tito Karnavian Picu Kritik

Dalam siniar tersebut, Tito menyampaikan bahwa bantuan medis dari Malaysia bernilai kurang dari Rp1 miliar atau sekitar US$60.000.

Ia menilai jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan kemampuan anggaran Indonesia.

Pernyataan itu kemudian menuai kritik karena disampaikan dalam konteks bantuan kemanusiaan antarnegara.

Rais Yatim menilai ucapan tersebut tidak sopan dan berpotensi merusak etika diplomatik.

“Reaksi seorang menteri negara tetangga yang menyatakan donasi sebesar US$60.000 itu kecil adalah hal yang tidak beradab,” ujar Rais Yatim dalam pernyataannya di video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Senin (22/12).

Ia juga meminta Tito lebih memahami cara berkomunikasi dengan negara sahabat.

“Menteri yang bersangkutan seharusnya belajar terlebih dahulu tentang ucapan, komunikasi, dan bahasa terhadap negara sahabat,” kata Rais.

Teguran Rais Yatim

Rais Yatim menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak seharusnya diukur dari besarnya nilai materi.

“Dalam urusan kemanusiaan, walau hanya 60 ringgit, sikap yang benar adalah berterima kasih,” ucapnya.

Baca Juga:  Tol Pandaan-Malang Terendam Banjir sepanjang 100 Meter hingga Akibatkan Kemacetan Parah

Ia menilai esensi bantuan terletak pada niat baik dan solidaritas, bukan pada angka.

Menurut Rais, hal tersebut merupakan bagian dari etika diplomasi yang seharusnya dijunjung tinggi, terlebih antara negara bertetangga seperti Malaysia dan Indonesia.

Rais juga menyinggung kesamaan akar budaya kedua negara yang menjunjung nilai simpati dan rasa syukur.

Ia mengingatkan bahwa sebelum merdeka, kedua bangsa diajarkan tentang adab dan budi pekerti.

“Mari kembali pada akar budi pekerti kita. Ketika orang memberi, kita merasa bersyukur,” tuturnya.

Rais Yatim Bandingkan dengan Pemerintahan Indonesia Sebelum-sebelumnya

Dalam kritiknya, Rais Yatim membandingkan sikap saat ini dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Ia mengenang bagaimana Presiden Soeharto tetap menyampaikan ucapan terima kasih meskipun bantuan dari negara bagian Johor saat itu hanya berupa beras, kue, dan barang sederhana.

“Dulu, walau hanya beras dan kue, ucapan terima kasih tetap disampaikan. Sekarang, mengapa itu menjadi sulit?” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tito Karnavian belum memberikan klarifikasi resmi terkait teguran dari Tan Sri Rais Yatim tersebut.

(AKM/NID/RAD)

Trending