Connect with us

Lifestyle

Anti Boncos! Begini Cara Mudah Mengatur Budget Libur Natal dan Tahun Baru

Pengeluaran Natal dan Tahun Baru cenderung meningkat. Simak strategi mengelola budget liburan agar keuangan tetap aman tanpa mengganggu kondisi finansial awal tahun.

Logompn

Published

on

Anti boncos! begini cara mudah mengatur budget libur natal dan tahun baru
Ilustrasi Mengatur Budget untuk Liburan Natal dan Tahun Baru. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 26 Desember 2025 - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pengeluaran masyarakat umumnya meningkat signifikan.

Momen akhir tahun sering dimanfaatkan untuk liburan, berkumpul bersama keluarga, hingga berburu diskon yang bertebaran di berbagai sektor.

Jika tidak dikelola dengan baik, lonjakan pengeluaran ini berisiko mengganggu kondisi keuangan di awal tahun.

Banyak orang baru menyusun anggaran ketika liburan sudah dekat, sehingga perencanaan dilakukan terburu-buru dan berujung pada pengeluaran yang melampaui batas.

Peningkatan belanja akhir tahun biasanya dipicu oleh promo musiman, tekanan sosial untuk tampil meriah, serta kurangnya perencanaan anggaran sejak jauh hari.

Oleh karena itu, penyusunan anggaran liburan yang realistis menjadi bagian penting dari edukasi keuangan agar liburan tetap nyaman tanpa membebani kondisi finansial.

Dikutip MPN Indonesia dari laman prudential.co.id dan chubb.com, berikut ini adalah beberapa strategi pengelolaan budget yang dapat diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru.

Susun Pengeluaran Berdasarkan Prioritas

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun kebutuhan berdasarkan prioritas.

Kebutuhan yang tidak bisa ditunda, seperti uang sekolah anak, cicilan utang, serta premi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, harus menjadi prioritas utama.

Setelah itu, pisahkan kebutuhan yang perlu tetapi tidak mendesak, serta kebutuhan yang masih bisa ditunda.

Baca Juga:  Mulai 20 Desember, Angkutan Barang Dilarang Lalu Lalang, Simak Daftar Ruas Jalannya!

Untuk pos yang tidak mendesak, pengeluaran dapat dikurangi atau ditunda hingga kondisi keuangan lebih longgar.

Tetapkan Anggaran untuk Setiap Pos

Setelah menentukan prioritas, langkah berikutnya adalah menetapkan budget untuk masing-masing pos pengeluaran.

Beberapa kebutuhan memang tidak bisa ditawar nilainya, seperti cicilan dan biaya pendidikan.

Sisa penghasilan setelah pengeluaran rutin dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain dengan batas maksimal yang jelas.

Perencana keuangan umumnya menyarankan alokasi hiburan sebesar 10 persen dari penghasilan bulanan.

Jika kebutuhan melebihi angka tersebut, dana bisa diambil dari THR, penghasilan tambahan, atau dana darurat, dengan catatan dana darurat harus dikembalikan ke jumlah ideal pada bulan berikutnya.

Siapkan Dana Sejak Beberapa Bulan Sebelumnya

Kebutuhan dana akhir tahun sebaiknya dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya.

Dengan menyisihkan dana secara rutin, beban keuangan saat liburan menjadi lebih ringan.

Sebagai contoh, jika dana akhir tahun dipersiapkan tiga bulan sebelumnya dengan menyisihkan 10 persen penghasilan setiap bulan, maka di akhir tahun tersedia alokasi sebesar 30 persen dari penghasilan.

Besaran dana yang disisihkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Manfaatkan Promo dan Diskon Secara Bijak

Menjelang akhir tahun, peritel konvensional maupun e-commerce kerap menawarkan berbagai program diskon, termasuk Harbolnas.

Promo ini memang menggiurkan, tetapi perlu dimanfaatkan secara bijak.

Agar diskon tidak berujung pada pemborosan, pastikan barang yang dibeli sesuai kebutuhan dan prioritas.

Hindari belanja impulsif dan tetap disiplin terhadap budget yang telah ditetapkan.

Optimalkan Reward Kartu Kredit dan Aplikasi Pembayaran

Bagi yang menggunakan kartu kredit atau aplikasi pembayaran non-tunai, berbagai penawaran seperti point reward, special price, dan cashback dapat dimanfaatkan untuk menghemat pengeluaran.

Meski demikian, penggunaan fasilitas ini tetap perlu dikontrol agar tidak memicu belanja berlebihan.

Baca Juga:  Tesla Perkenalkan Robot Optimus di Berlin, Bisa Bagikan Popcorn!

Manfaatkan Penawaran Bebas Ongkos Kirim

Belanja online memang praktis, tetapi ongkos kirim bisa menjadi pengeluaran tambahan yang cukup besar, terutama jika dilakukan berulang kali.

Untuk menekan biaya, pilih penawaran bebas ongkir agar pengeluaran tetap terkendali selama periode belanja akhir tahun.

Hemat di Pos Rutin untuk Menyeimbangkan Pengeluaran Musiman

Pengeluaran musiman saat Natal dan Tahun Baru dapat diimbangi dengan penghematan pada pos rutin.

Beberapa pos yang bisa ditekan antara lain pengeluaran hiburan seperti hangout, makan di luar, atau berolahraga di gym.

Sebagai alternatif, kegiatan bersosialisasi tetap bisa dilakukan dengan biaya lebih hemat, misalnya membawa bekal dan berkumpul di food court, serta berolahraga di ruang publik gratis.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan Selama Liburan

Tidak semua keinginan perlu dipenuhi saat liburan. Fokus pada kebutuhan esensial menjadi kunci agar kondisi keuangan tetap aman dan edukasi keuangan berjalan efektif.

Pilih Opsi Liburan Hemat seperti Staycation

Staycation atau liburan di sekitar rumah dapat mengurangi biaya transportasi yang besar, sekaligus tetap memberikan waktu berkualitas bersama keluarga. Opsi ini juga lebih fleksibel dan minim kelelahan.

Hindari Utang Konsumtif untuk Liburan

Menggunakan utang untuk membiayai liburan tidak disarankan karena dapat menjadi beban keuangan di bulan-bulan berikutnya, terutama saat kebutuhan awal tahun meningkat.

Evaluasi Pengeluaran Setelah Liburan

Setelah liburan berakhir, lakukan evaluasi seluruh pengeluaran yang telah dilakukan.

Langkah ini penting sebagai bahan perbaikan dalam menyusun anggaran pada tahun berikutnya.

Dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam mengelola pengeluaran, momen Natal dan Tahun Baru tetap dapat dinikmati tanpa meninggalkan masalah finansial di awal tahun.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending