Connect with us

Politik

Prabowo Sebut Ada Pihak Swasta yang Tertarik Beli Lumpur Bencana Sumatra-Aceh

Presiden Prabowo menyebut pihak swasta tertarik membeli lumpur sisa banjir bandang dan longsor di Aceh untuk mendukung normalisasi sungai pascabencana.

Logompn

Published

on

Prabowo sebut ada pihak swasta yang tertarik beli lumpur bencana sumatra aceh
Potret Lumpu Sisa Banjir Bandang dan Longsor di Wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Gambar : Instagram/@presidenrepublikindonesia

Aceh, MPN Indonesia 3 Januari 2026 - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa terdapat pihak swasta yang tertarik membeli dan memanfaatkan lumpur sisa bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra, khususnya Aceh.

Ketertarikan tersebut dinilai dapat mendukung upaya pembersihan wilayah terdampak sekaligus normalisasi sungai pascabencana.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1).

Informasi mengenai minat pihak swasta tersebut diterima Presiden berdasarkan laporan Gubernur Aceh.

Material lumpur yang dimaksud berasal dari proses pembersihan permukiman serta pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan akibat banjir bandang dan longsor.

“Gubernur melaporkan ke saya, ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa manfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan, ya,” ujar Prabowo, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/1).

Pemanfaatan Lumpur Dinilai Menguntungkan Daerah

Prabowo menilai pemanfaatan lumpur pascabencana oleh pihak swasta sejalan dengan rencana normalisasi sungai yang terdampak banjir.

Ia menyebut langkah tersebut berpotensi memberikan manfaat langsung bagi pemerintah daerah.

“Nanti juga bermanfaat itu kalau bisa lumpurnya kalau ada swasta mau beli, ya monggo silakan, langsung dinikmati oleh daerah-daerah, ya kan? Benar, enggak? Gubernur, Bupati ada semangat sedikit, ya, kalau tahu begitu,” kata Prabowo.

Menurutnya, peluang ini dapat menjadi bagian dari solusi penanganan pascabencana sekaligus mendorong percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Dorongan Normalisasi Sungai Pascabencana

Presiden Prabowo juga menyatakan dukungannya terhadap usulan pembersihan kuala atau muara sungai melalui jalur laut.

Baca Juga:  Tambang Longsor Renggut Dua Nyawa di Cirebon, Dedi Mulyadi Perintahkan Tutup Total

Ia menekankan bahwa normalisasi sungai perlu segera dilakukan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Pendangkalan kuala-kuala, pembersihan kuala-kuala, membuka itu saya kira bagus sekali. Jadi, akses sungai-sungai dapat bermanfaat bagi kita, sekaligus kita menghadapi kemungkinan cuaca yang ekstrem kita sudah siap. Saya sangat setuju dengan gagasan itu, tinggal nanti dirumuskan bagaimana kita melaksanakannya,” jelasnya.

Kemenhan dan TNI Usulkan Percepatan Pengerukan

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan bersama TNI mengusulkan percepatan pembersihan lumpur yang menyebabkan pendangkalan di sejumlah sungai besar di Aceh.

Ia menjelaskan bahwa setelah proses pendalaman dilakukan, kapal-kapal pembawa bantuan dan alat berat dapat langsung menjangkau lokasi terdampak tanpa harus dipindahkan ke moda transportasi darat.

“Kita lakukan dua sekaligus, satu adalah pendalaman, satu adalah yang membawa alat berat sehingga dia bisa masuk sekaligus membersihkan kayu-kayu dan sebagainya. Kita harus upayakan ini besar-besaran, tidak hanya Tamiang, tapi juga di Bireuen kita kerjakan itu, kita lihat juga kalau ada, di Sibolga,” ungkap Sjafrie.

Sinergi Pusat dan Daerah Ditekankan

Menutup arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana alam dan pemulihan wilayah terdampak.

“Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita, ya, jadi jangan salah,” pungkas Prabowo.

(AKM/NID/RAD)

Trending