Politik
Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Pandji Pragiwaksono soal Jawa Barat: Saya Penggemar Celetukan Korektif Mas Pandji
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kritik Pandji Pragiwaksono dalam stand-up Mens Rea soal pemimpin berlatar artis dan memberikan klarifikasi berdasarkan fakta pilkada.
Jawa Barat, MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons kritik yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy spesial bertajuk Mens Rea yang videonya beredar luas di media sosial.
Kritik tersebut menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Sunda, yang dinilai gemar memilih pemimpin berlatar belakang artis.
Dalam materi komedinya, Pandji secara langsung menyebut sejumlah nama tokoh publik yang pernah maju dalam kontestasi politik di Jawa Barat, di antaranya Deddy Mizwar, Dede Yusuf, serta Dedi Mulyadi sendiri.
Tanggapan Dedi Mulyadi atas Kritik Pandji
Tanggapan Dedi Mulyadi disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadiofficial, pada Minggu (4/1), dengan menyertakan potongan video pertunjukan Pandji.
Dalam unggahan tersebut, Dedi mengaku sebagai penggemar karya Pandji dan menilai kritik yang disampaikan bersifat korektif.
“Saya termasuk penggemar celetukan korektif dari Mas @pandji.pragiwaksono. Sehat selalu Mas. Salam untuk keluarga. Hatur nuhun,” tulis Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia, Senin (5/1).
Meski demikian, Dedi menilai anggapan bahwa masyarakat Jawa Barat selalu memilih pemimpin berlatar artis tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta.
“Termasuk nih orang Jawa Barat tuh milih pemimpin selalu yang keartisan. Tetapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf, waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya,” jelas Dedi Mulyadi.
Klarifikasi Berdasarkan Fakta Pilkada Jawa Barat
Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menyinggung hasil beberapa pilkada di Jawa Barat yang menunjukkan bahwa popularitas sebagai artis tidak otomatis berujung pada kemenangan.
Ia merujuk Pilkada Jawa Barat 2012, saat Dede Yusuf yang berpasangan dengan Lex Laksamana kalah dari Ahmad Heryawan.
Dedi juga menyinggung Pilkada Jawa Barat 2018, ketika pasangan Deddy Mizwar dan dirinya kalah dari Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, meskipun keduanya dikenal luas sebagai figur publik.
Terkait label “Gubernur YouTuber” yang disampaikan Pandji, Dedi menilai penilaian terhadap kepemimpinan seharusnya didasarkan pada hasil kerja di lapangan, bukan pada latar belakang atau medium komunikasi yang digunakan.
“Saya yang dianggap gubernur YouTuber, saya ngga boleh puji saya baik apa ngga dalam memimpin. Begini saja, Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lewati jalan-jalan provinsi. Kemudian keliling ke daerah di berbagai daerah di wilayah Provinsi Jawa Barat, saya membangunnya benar apa ngga. Apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan. Kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan,” kata Dedi.
Apresiasi terhadap Kritik dan Pandangan soal Artis di Politik
Meski menyampaikan klarifikasi, Dedi Mulyadi tetap menunjukkan apresiasi terhadap kritik Pandji yang disampaikan dengan candaan.
“Terus berkarya melakukan otokritik yang terbuka karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran, dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka,” ucap Dedi.
Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa latar belakang sebagai artis tidak serta-merta menghilangkan kapasitas seseorang dalam dunia politik.
Dedi menyebut Dede Yusuf sebagai contoh figur yang dinilainya memiliki pemahaman pembangunan yang baik.
“Walaupun dia artis, saya ngaku jujur. Pak Dede Yusuf itu punya kemampuan pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik. Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR RI, juga kerangka berpikir pembangunannya keren,” pungkas Dedi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
