Connect with us

Viral

Jasad Pelatih Valencia CF Ditemukan di Labuan Bajo usai 10 Hari Pencarian

Jasad pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, ditemukan di perairan Taman Nasional Komodo setelah 10 hari pencarian pascakecelakaan KM Putri Sakinah.

Logompn

Published

on

Jasad pelatih valencia cf ditemukan di labuan bajo usai 10 hari pencarian
Ilustrasi Mayat/Jenazah. Gambar: Ilustrasi Canva

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 5 Januari 2026 - Jasad pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (4/1) pukul 08.47 WITA di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Penemuan tersebut mengakhiri pencarian selama 10 hari sejak kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam pada Jumat (26/12/2025) malam.

Fernando Martin Carreras merupakan satu dari empat warga negara Spanyol yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra membenarkan identitas korban sebagai pelatih sepak bola wanita Valencia CF.

“Ya betul (pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras). Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” ujar Kombes Henry dalam keterangan tertulis, Minggu (4/1).

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Komodo untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lanjutan sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI).

“Masih dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI),” kata Kombes Henry.

Ia menambahkan, “Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data ante mortem dan post mortem, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol.”

Kronologi Tenggelamnya Kapal KM Putri Sakinah

KM Putri Sakinah diketahui membawa 11 orang penumpang dalam perjalanan wisata menuju Pulau Kalong di kawasan Taman Nasional Komodo.

Setelah mengunjungi Pulau Kalong, kapal melanjutkan perjalanan ke Pulau Padar dan dijadwalkan tiba pada Sabtu pagi.

Baca Juga:  Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Namun, kapal mengalami mati mesin dan tenggelam pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 20.45 WITA.

Akibat kejadian tersebut, empat warga negara Spanyol yang merupakan satu keluarga dinyatakan hilang, yaitu Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.

Selain Fernando Martin, satu korban perempuan telah lebih dulu ditemukan, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban dinyatakan selamat, termasuk istri dan anak Fernando Martin, serta empat anak buah kapal (ABK) termasuk kapten kapal dan satu pemandu wisata.

Jenazah Fernando Martin ditemukan dalam kondisi mengapung dan terbawa arus laut di sekitar lokasi tenggelamnya kapal di perairan Selat Padar.

“Menemukan satu jenazah pria dewasa warga negara Spanyol di perairan Selat Padar,” ungkap Kombes Henry.

Identifikasi korban diperkuat melalui ciri fisik dan barang pribadi yang melekat.

“Antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus berupa tato, serta properti personal seperti cincin dan jam tangan,” jelas Kombes Henry.

Proses Evakuasi dan Penanganan Lanjutan

Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi menggunakan kapal Basarnas Puntadewa 250 dan dibawa ke Marina Labuan Bajo sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan setempat.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban serta perwakilan kedutaan untuk proses pemulangan jenazah ke negara asal.

Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko menyatakan seluruh unsur SAR telah dikerahkan secara maksimal selama operasi pencarian, termasuk penyisiran laut, patroli perairan, serta penggunaan alat pendeteksi.

Ia juga mengimbau masyarakat dan nelayan di sekitar lokasi kejadian agar melapor jika menemukan petunjuk terkait korban atau bangkai kapal.

“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” pungkas Irjen Rudi.

Baca Juga:  Paus Leo XIV Sampaikan Duka atas Gempa M 7,7 di NTT

(AKM/NID/RAD)

Trending