Connect with us

Viral

Viral! Guru di Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Seling Demi Mengajar

Dua guru di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, menyeberangi sungai deras dengan tali seling pada hari pertama sekolah pascabencana banjir bandang akhir 2025.

Logompn

Published

on

Viral! guru di aceh tengah seberangi sungai pakai seling demi mengajar
Viral! Guru di Aceh Tengah Seberangi Sungai Pakai Seling Demi Mengajar. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@rahmisasmitasari

Aceh, MPN Indonesia 7 Januari 2026 - Dua orang guru dari Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, menyeberangi sungai berarus deras menggunakan tali seling demi tetap mengajar pada hari pertama masuk sekolah pascabencana, Senin (5/1).

Aksi berisiko itu dilakukan setelah jembatan penghubung terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Kedua guru tersebut, Rahmi dan Sinta, tetap berangkat ke sekolah meski harus menghadapi risiko keselamatan tinggi.

Dalam video yang diunggah akun TikTok @rahmisasmitasari, terlihat keduanya menyeberangi sungai menggunakan sling sederhana tanpa perlengkapan pengaman.

“Hari pertama sekolah pasca bencana banjir bandang dan longsor, 05 Januari 2026 @Sinta Shaa spot jantung ngeri-ngeri sedap #banjirbandang,” tulis Rahmi dalam unggahannya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (7/1).

Detik-Detik Menyeberangi Sungai

Dalam rekaman video, Rahmi dan Sinta tampak waspada sambil terus mengucap istighfar saat berada di atas sungai.

Arus yang deras membuat mereka beberapa kali terhenti di tengah perjalanan.

“Gapapa keh, ini kalau putus kek mana ya Allah,” ucap Sinta dalam video tersebut.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan dari warga sekitar dan personel tentara membantu proses penyeberangan hingga keduanya berhasil tiba di seberang sungai dengan selamat.

Akses Sekolah Pascabencana

Peristiwa ini terjadi di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025.

Meski pemerintah telah menyiapkan sekolah darurat dan tenda untuk kegiatan belajar mengajar, akses menuju sekolah di Kecamatan Ketol masih menjadi kendala utama.

Jalan darat mengalami kerusakan parah dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Akibatnya, guru terpaksa menggunakan alat menyerupai flying fox untuk menyeberangi sungai tanpa pelampung maupun pelindung kepala.

Baca Juga:  Kapal Pengangkut Kayu Gelondongan Terdampar di Lampung, Ada "Barcode" Perusahaan

“Alhamdulillah ya Allah. Beratkah kami ini? Ya Allah, terima kasih pak,” tutur Sinta setelah berhasil menyeberang.

Banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan serius di berbagai wilayah Aceh, termasuk lebih dari 1.312 fasilitas pendidikan.

Di Aceh Tengah, proses belajar mengajar masih terganggu karena sejumlah sekolah dipenuhi lumpur.

Beberapa siswa terpaksa belajar di teras rumah guru atau bangunan darurat, dengan bantuan personel TNI untuk pembersihan.

Reaksi Publik dan Harapan

Aksi Rahmi dan Sinta menuai perhatian luas di media sosial.

Sejumlah warganet menyampaikan apresiasi, doa, serta harapan agar keselamatan tenaga pendidik lebih diperhatikan.

“Semangat pahlawan tanpa tanda jasa,” tulis netizen @calonorang****.

“Pahlawan tanpa tanda jasa, semoga Allah selalu melindungi guru-guru ku semua,” tulis netizen @r***.

“Kami mohon kepada pihak-pihak yang terkait sediakan baju pelampung untuk penyebrangan demi keamanan, serta keselamatan untuk semuanya. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan ribuan terima kasih,” tulis netizen @afri***.

“Perjuangan seorang guru demi mengajarkan murid-murid nya di sekolah yang patut diapresiasi,” tulis netizen @hen***.

Hingga kini, belum tersedia akses alternatif selain menyeberangi sungai menggunakan tali seling atau memutar jalur lain dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama.

(AKM/NID/RAD)

Trending