Connect with us

Viral

Keluarga Kepala Desa di Garut Temui Dedi Mulyadi, Akui Marah karena Dituding Korupsi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui Kades Panggalih Wahyu usai viral dugaan intimidasi warga yang mengkritik jalan rusak dan dana desa di Garut.

Logompn

Published

on

Keluarga kepala desa di garut temui dedi mulyadi, akui marah karena dituding korupsi
Keluarga Kepala Desa di Garut Temui Dedi Mulyadi, Akui Marah karena Dituding Korupsi. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Jawa Barat, MPN Indonesia 7 Januari 2026 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memanggil Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu, menyusul viralnya dugaan intimidasi terhadap seorang warga yang mengkritik kondisi jalan desa dan transparansi dana desa.

Kasus ini bermula dari unggahan video warga Desa Panggalih bernama Holis Muhlisin yang menyoroti kerusakan jalan di wilayahnya sekaligus mempertanyakan penggunaan dana desa.

Video tersebut menyebar luas dan memicu perhatian publik.

Namun, setelah video itu viral, Holis dipanggil oleh keluarga Kepala Desa Panggalih.

Dalam pertemuan tersebut, Holis diduga mendapat intimidasi berupa ucapan bernada tinggi.

Peristiwa itu kembali terekam dalam video lain dan beredar luas di media sosial, sehingga menuai reaksi masyarakat.

Dedi Mulyadi Panggil Kades ke Lembur Pakuan

Menindaklanjuti polemik tersebut, Dedi Mulyadi terlebih dahulu berbincang dengan Holis.

Ia juga melakukan komunikasi langsung dengan Kepala Desa Panggalih melalui panggilan video.

Selanjutnya, Dedi Mulyadi meminta Wahyu datang langsung ke kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, untuk memberikan penjelasan terkait dugaan intimidasi tersebut.

Dalam pertemuan itu, Wahyu hadir bersama perangkat Desa Panggalih, termasuk sekretaris desa.

Turut hadir pula istri Wahyu, anak, menantu, serta anggota keluarga lainnya yang terekam dalam video.

Gubernur Minta Penjelasan Keluarga Kades

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan langsung pihak-pihak yang terlihat dalam video dugaan intimidasi, termasuk alasan kemarahan yang muncul dalam rekaman.

Salah satu yang mendapat sorotan adalah menantu Wahyu, seorang perempuan berhijab, yang menjelaskan alasan reaksi emosional dalam video tersebut.

“Sanes tina kritik jalan rusak (bukan karena kritik jalan rusak), tapi tudingan bapak korupsi,” ujar menantu Kepala Desa Panggalih Wahyu saat menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pada Rabu (7/1).

Baca Juga:  Ditemukan Dalam Jarak 22 Km, Bocah yang Hanyut di Bogor Ditemukan Meninggal Dunia

Mendengar pernyataan tersebut, Dedi Mulyadi kemudian meminta klarifikasi langsung dari Wahyu terkait tudingan korupsi dana desa yang disampaikan oleh warganya.

Kades Bantah Tuduhan Korupsi

Menjawab pertanyaan Gubernur Jawa Barat, Wahyu membantah tudingan tersebut dan menegaskan tanggung jawabnya sebagai kepala desa.

“Abdi mah teu korupsi. Abdi mah sebagai kepala desa bertanggung jawab penuh ka lembur kelahiran abdi, (Saya tidak korupsi, saya bertanggung jawab penuh sebagai kepala desa ke tanah kelahiran saya),” jelas Wahyu.

Meski demikian, Dedi Mulyadi menegaskan pemerintah provinsi akan tetap melakukan audit terhadap anggaran dana desa untuk memastikan transparansi penggunaan dana publik.

“Kita ini sekarang harus dijawab dengan pemikiran dan gagasan, jadi orang nuntut transparansi harus dijawab dengan transparansi,” pungkas Dedi Mulyadi.

(AKM/NID/RAD)

Trending