Connect with us

Internasional

Gunung Sampah di Filipina Longsor, 1 Orang Tewas-38 Hilang

Gunungan sampah di TPA Binaliw Landfill, Cebu City, Filipina, runtuh dan menewaskan satu orang. Sebanyak 38 lainnya masih dalam pencarian.

Logompn

Published

on

Gunung sampah di filipina longsor, 1 orang tewas 38 hilang
Potret Gunung Sampah di Filipina Longsor. Gambar : AP/Jacqueline Hernandez

MPN Indonesia 10 Januari 2026 - Sebuah gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Binaliw Landfill, Cebu City, Filipina, runtuh pada Kamis sore (8/1).

Insiden ini menyebabkan satu orang tewas dan 38 lainnya dilaporkan hilang.

Peristiwa tersebut terjadi di fasilitas pengelolaan sampah yang dioperasikan oleh pihak swasta.

Puluhan pekerja sanitasi diduga tertimbun longsoran sampah setinggi empat lantai yang ambruk secara tiba-tiba tanpa peringatan.

Korban meninggal dunia diketahui seorang perempuan berusia 22 tahun yang mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Hingga Jumat (9/1), operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung.

“Semua tim tanggap darurat sepenuhnya terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan orang-orang yang masih hilang dengan tetap mematuhi protokol keselamatan,” ujar Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam unggahan Facebook pada Jumat (9/1), seperti dikutip MPN Indonesia dari BBC pada Sabtu (10/1).

Sebanyak 12 pekerja berhasil dievakuasi dari timbunan sampah dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Lebih dari 300 personel gabungan dari berbagai lembaga pemerintah dan organisasi sipil dikerahkan untuk mendukung proses pencarian.

Kronologi Kejadian dan Kondisi TPA

Insiden terjadi di TPA Binaliw Landfill yang menurut situs resmi operatornya, Prime Integrated Waste Solutions, mengelola sekitar 1.000 ton sampah padat dari Cebu setiap hari.

Lokasi ini merupakan tempat pembuangan terbuka yang menjadi titik akhir pengelolaan sampah kota.

Asisten petugas informasi publik Cebu City, Jason Morata, menyebut tumpukan sampah yang longsor memiliki ketinggian setara empat lantai dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitarnya.

“Itu pasti setinggi empat lantai,” kata Morata, seraya menjelaskan bahwa bangunan yang hancur sebelumnya difungsikan sebagai “kantor perusahaan, HRD, administrasi, dan staf pemeliharaan.”

Baca Juga:  Filipina vs Myanmar 1-4: Myanmar Pesta Gol di Kandang Lawan

Hingga kini, penyebab pasti longsor masih belum dipastikan.

Namun, Morata menyebut sejumlah faktor yang diduga berkontribusi, termasuk dua topan yang melanda Cebu pada akhir 2025 serta adanya aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut.

Salah satu pekerja di lokasi, Jaylord Antigua, mengatakan kejadian berlangsung sangat cepat dan terjadi saat kondisi cuaca sedang baik.

Dugaan Kelalaian Pengelolaan Sampah

Anggota Dewan Kota Cebu, Joel Garganera, menyoroti dugaan kelalaian dalam pengelolaan TPA sebagai faktor utama terjadinya longsor.

Ia mengungkapkan bahwa operator diduga melakukan praktik berisiko, seperti menggali tumpukan sampah, menambang tanah, lalu menumpuk kembali sampah di atasnya.

“Itu bukan tempat pembuangan sampah yang sanitasi. Itu sudah menjadi tempat pembuangan sampah terbuka,” tegas Garganera.

Ia menambahkan bahwa struktur tumpukan sampah yang tidak stabil sangat berpotensi memicu longsor, terutama jika tidak dikelola sesuai prosedur yang semestinya.

Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan penyebab insiden dan langkah lanjutan.

TPA Binaliw Landfill merupakan salah satu tempat pembuangan akhir utama di wilayah Visayas, Filipina bagian tengah, dan memegang peran penting dalam sistem pengelolaan sampah Cebu City yang menjadi pusat perdagangan dan transportasi kawasan tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending