Connect with us

Viral

Tiang Monorel di Rasuna Said Jakarta Resmi Dibongkar Mulai Hari Ini

Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said resmi dimulai Pemprov DKI Jakarta, disertai rekayasa lalu lintas sejak Rabu pagi.

Logompn

Published

on

Tiang monorel di rasuna said jakarta resmi dibongkar mulai hari ini
Pembongkaran tiang monorel hari ini, Rabu (14/1). Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@pramonoanungw

MPN Indonesia 14 Januari 2026 - Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dimulai pada Rabu (14/1) pagi pukul 08.30 WIB.

Proyek yang terbengkalai sejak 2008 ini akhirnya dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari kebijakan publik dalam penataan ulang kawasan tersebut.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas selama proses pembongkaran berlangsung untuk menghindari kepadatan kendaraan.

Lokasi pembongkaran mencakup sisi timur Jalan HR Rasuna Said, mulai dari titik setelah Jalan Gembira hingga Jalan Jenderal Gatot Subroto simpang Kuningan.

Selama proses groundbreaking, jalur lambat di sisi timur jalan ditutup dari ujung utara hingga bukaan pertama jalur cepat.

Pengguna jalan diminta menghindari ruas tersebut dan mengikuti arahan petugas lapangan.

“Sehubungan dengan adanya groundbreaking Pekerjaan Pembongkaran Tiang Monorail di Jalan H.R. Rasuna Said Sisi Timur Kota Administrasi Jakarta Selatan, Dishub DKI Jakarta menerapkan Rekayasa Lalu Lintas pada tanggal 14 Januari 2026 mulai pukul 08.30 sampai selesai,” tulis Dishub DKI Jakarta dalam pengumuman resminya melalui Instagram @dishubdkijakarta, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (14/1).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung menyaksikan pembongkaran bersama Wakil Gubernur Rano Karno, mantan Gubernur Sutiyoso, Sekda DKI Uus Kuswanto, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo, dan Kepala Dinas Bina Marga DKI Heru Suwondo.

Pramono menegaskan bahwa pembongkaran tetap dilakukan meskipun sebelumnya PT Adhi Karya menyatakan masih ada pembahasan.

Sejarah dan Anggaran Proyek Monorel

Pembangunan monorel Jakarta dimulai pada 14 Juni 2004 saat Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemancangan tiang pertama di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, didampingi Gubernur Sutiyoso.

Baca Juga:  Prabowo: DPR akan Cabut Tunjangan dan Berlakukan Moratorium Kunker Luar Negeri

Namun, proyek ini terhenti pada 2008 karena kendala pendanaan dari pihak pengembang PT Jakarta Monorail (PT JM).

Proyek senilai USD 450 juta itu tidak bisa dilanjutkan karena PT JM tidak mampu memenuhi syarat investasi sebesar USD 144 juta.

Pada 2011, di era Gubernur Fauzi Bowo, pembangunan resmi dihentikan. PT JM sempat meminta ganti rugi Rp600 miliar, namun ditolak karena Pemprov hanya bersedia membayar sesuai rekomendasi BPKP.

Saat ini, terdapat total 109 tiang monorel berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika.

Beberapa tiang telah diberi garis polisi sebelum proses pemotongan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Tiang pertama mulai dipotong pukul 09.07 WIB menggunakan mesin las oleh petugas di lokasi Halte LRT Setiabudi.

Penataan Jalan dan Alokasi Anggaran

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp254 juta untuk proses pembongkaran tiang monorel.

Sementara itu, total anggaran sebesar Rp100 miliar disiapkan untuk penataan kawasan Jalan Rasuna Said selama satu tahun, mencakup perbaikan pedestrian, taman, dan pengaturan ulang jalur lalu lintas.

“Untuk membongkar saja Rp254 juta. Yang Rp100 miliar itu adalah anggaran untuk mengatur pedestrian, jalan, taman selama satu tahun penuh. Dengan demikian itu untuk kebutuhan pengaturan, penataan Jalan Rasuna Said sampai dengan satu tahun penuh,” jelas Pramono kepada wartawan.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menyebut bahwa langkah pembongkaran ini dilakukan secara transparan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

“Langkah ini penting dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat, karena cukup banyak korban kecelakaan yang diakibatkan oleh keberadaan tiang monorel,” kata Afan, dalam keterangan terpisah, Rabu (14/1).

Rekayasa Lalu Lintas dan Kondisi di Lapangan

Selama pembongkaran berlangsung, petugas Dishub DKI Jakarta berjaga di lokasi untuk mengatur lalu lintas.

Baca Juga:  Tiga Bulan Vakum, Biskita Trans Pakuan Bogor Kembali Beroperasi

Satu unit mobil Dishub digunakan sebagai penunjuk jalan bagi kendaraan yang melintas.

Situasi lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said arah Gatot Subroto terpantau ramai lancar meskipun salah satu jalur lambat ditutup sementara.

(AKM/NID/RAD)

Trending