Connect with us

Viral

Viral Kisah Ibu-ibu di Lumajang Curhat Hidup di Zona Erupsi, Minta Gunung Semeru Dipindah

Curhatan Gimah, warga Desa Supiturang, Lumajang, soal dampak erupsi Gunung Semeru viral di media sosial dan menyoroti trauma serta upaya mitigasi pascabencana.

Logompn

Published

on

Viral kisah ibu ibu di lumajang curhat hidup di zona erupsi, minta gunung semeru dipindah
Viral Kisah Ibu-ibu di Lumajang Curhat Hidup di Zona Erupsi, Minta Gunung Semeru Dipindah. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/@tni_in_action

Jawa Timur, MPN Indonesia 15 Januari 2026 - Seorang perempuan paruh baya bernama Gimah, warga Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah video curhatannya terkait erupsi Gunung Semeru viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @tni_in_action pada Minggu (11/1).

Dalam rekaman itu, Gimah menyampaikan keresahannya terhadap kondisi tempat tinggalnya yang terus terdampak erupsi Gunung Semeru selama beberapa tahun terakhir.

Dengan gaya spontan, Gimah mengungkapkan harapannya agar gunung tersebut bisa dipindahkan demi keselamatan warga.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak 4 tahun sekali (erupsi),” ujarnya dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (13/1).

Ia juga sempat menyebut nama Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, dengan nada kelakar terkait kemungkinan menutup kawah Gunung Semeru.

“Coba tanya Bu Indah itu bisa nggak ditutup gunungnya. Se-Indonesia saja dibawa semennya ke sini nggak ada separuhnya,” kata Gimah.

Trauma Erupsi Gunung Semeru

Gimah mengaku mengalami trauma setelah berulang kali menghadapi erupsi Gunung Semeru.

Ia menceritakan detik-detik awal terjadinya erupsi yang semula tampak biasa, namun kemudian berkembang menjadi kondisi berbahaya.

“Pertama itu lahar biasa, makanya saya nggak ke mana-mana. Kok lama-lama semakin membesar. Saya pergi ke Supiturang, debunya semakin besar dan panas,” kenangnya.

Ia tinggal bersama suaminya di Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025.

Meski berada di zona terdampak, Gimah menyebut rumahnya tidak mengalami kerusakan berat.

“Alhamdulillah rumah nggak ada yang rusak, cuma bagian depan saja. Cuacanya mendung, hujan, mendung hujan, sudah itu masuk rumah,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral! Usai Tertabrak, Badut di Tuban Diduga Diintimidasi Pemotor

Upaya Mitigasi Pascabencana

Pasca-erupsi, aparat TNI bersama pihak terkait terus melakukan langkah mitigasi di wilayah terdampak.

Personel Korem 083 Baladhika Jaya membangun tanggul di Desa Supiturang untuk mengurangi risiko erupsi susulan.

Peltu Suwandi dari Penerangan Korem 083 Baladhika Jaya menjelaskan bahwa pembangunan tanggul bertujuan mencegah aliran lahar meluber ke permukiman warga.

“Kami berada di lokasi aliran erupsi Semeru. Alat-alat berat di belakang ini membuat tanggul, harapannya jika ada erupsi susulan tidak meluber ke daerah terdampak Desa Supiturang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyiapkan program budidaya cacing bagi korban erupsi Gunung Semeru yang kehilangan mata pencaharian.

Selain itu, status tanggap darurat bencana telah berakhir, dan Bupati Lumajang menyampaikan apresiasi terhadap peran relawan dalam penanganan dampak erupsi.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending