Connect with us

Internasional

Ratusan Rumah di Chile Terbakar, 50 Ribu Warga Dievakuasi

Kebakaran hutan besar melanda selatan Chile, menewaskan 19 orang dan memaksa lebih dari 50 ribu warga mengungsi. Status bencana ditetapkan di Ñuble dan Biobío.

Logompn

Published

on

Ratusan rumah di chile terbakar, 50 ribu warga dievakuasi
Ratusan Rumah di Chile Terbakar, 50 Ribu Warga Dievakuasi. Gambar : Reuters/Jose Luis Saavedra

MPN Indonesia 20 Januari 2026 - Sedikitnya 19 orang tewas dan lebih dari 50.000 warga dievakuasi akibat kebakaran hutan besar yang melanda wilayah selatan Chile pada Minggu (18/1).

Kebakaran tersebut menghancurkan ratusan rumah dan memaksa ribuan orang meninggalkan kawasan permukiman padat di kota Lirquén, Penco, dan sekitarnya.

Pemerintah Chile menetapkan status keadaan bencana di dua wilayah terdampak paling parah, yakni Ñuble dan Biobío, guna mempercepat penanganan darurat.

Kebakaran dipicu cuaca panas ekstrem dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api hingga ke area permukiman.

Presiden Chile Gabriel Boric menyatakan seluruh sumber daya negara telah disiagakan untuk menangani kebakaran yang masih berlangsung.

“Menghadapi kebakaran besar yang masih berlangsung, saya memutuskan untuk menetapkan status keadaan bencana di wilayah Ñuble dan Biobío. Seluruh sumber daya telah disiagakan,” tulis Boric melalui akun X pribadinya @GabrielBoric pada Minggu (18/1), dikutip MPN Indonesia pada Selasa (20/1).

Kebakaran Terparah di Sekitar Concepción

Kebakaran terparah tercatat terjadi di hutan kering di sekitar kota pesisir Concepción.

Badan kehutanan Chile, Conaf, melaporkan hingga Minggu terdapat 24 titik kebakaran aktif, sebagian besar berada di wilayah Ñuble dan Biobío.

Total area lahan yang terbakar mencapai 8.500 hektar. Kerugian material ditaksir mencapai jutaan dolar, dengan sekitar 250 rumah dilaporkan hancur dan banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Evakuasi Massal dan Penanganan Darurat

Evakuasi besar-besaran dilakukan di kota Penco dan Lirquén yang memiliki populasi gabungan sekitar 60.000 jiwa.

Warga terpaksa meninggalkan rumah mereka saat api mendekat ke kawasan permukiman.

Baca Juga:  Kebakaran Landa Tallasa City Makassar, Hampir 2 Hektare Lahan Hangus

Reuters melaporkan kobaran api yang menyebar cepat menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mencari lokasi yang lebih aman.

Sejumlah fasilitas umum rusak parah, mengakibatkan gangguan layanan dasar serta lumpuhnya aktivitas masyarakat.

Asap tebal dari kebakaran rumah juga memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Sektor ekonomi lokal terdampak akibat banyak usaha kecil dan sumber mata pencaharian warga ikut terbakar.

Pemerintah setempat menetapkan status darurat, sementara angkatan bersenjata dikerahkan untuk membantu penanganan bencana.

Hingga Senin (19/1), Layanan Nasional untuk Pencegahan Bencana Chile mencatat masih terdapat 15 titik kebakaran aktif di wilayah selatan negara tersebut.

Solidaritas dan Bantuan Kemanusiaan

Kepresidenan Area Amerika Selatan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir menyampaikan keprihatinan atas dampak kebakaran tersebut.

“Di saat-saat duka dan kehilangan ini, kami menyampaikan cinta, empati, dan doa kami untuk mereka yang terkena dampak dan untuk mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai,” tulis gereja melalui akun Instagram resmi @iglesiadejesucristo_sas pada Minggu (18/1).

Pernyataan itu juga menyebutkan koordinasi dengan pemerintah dan lembaga lain untuk penyediaan sukarelawan serta bantuan materi.

Gereja turut mengajak jemaat dan masyarakat mendoakan para petugas pemadam kebakaran serta keluarga korban.

“Kami sangat menyesal dan menyampaikan solidaritas kami kepada saudara-saudara kami dari denominasi agama lain yang telah kehilangan kapel, gereja, dan bangunan lain akibat kebakaran ini,” tulis pernyataan tersebut.

Peringatan Risiko Korban Bertambah

Situasi di lapangan masih tergolong kritis. Presiden Boric menyatakan jumlah korban tewas berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian dan evakuasi di wilayah terdampak.

Sebagai catatan, kebakaran besar juga pernah terjadi di wilayah Valparaíso dua tahun lalu dan menewaskan sedikitnya 120 orang.

Baca Juga:  Kronologi Kebakaran Alor: Istri Diduga Bakar Suami, Tiga Rumah Hangus

Saat ini, peringatan gelombang panas masih berlaku di sebagian besar wilayah Chile, dengan suhu diperkirakan mencapai 38 derajat Celcius di kawasan antara Santiago dan Biobío dalam beberapa hari ke depan, sehingga meningkatkan risiko meluasnya kebakaran.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending