Connect with us

Berita

Black Box Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan dalam Kondisi Utuh

Kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan pada Rabu (21/1) pukul 11.00 WITA.

Logompn

Published

on

Black box pesawat atr 42 500 ditemukan
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan | Gambar: Instagram/@publication_engineering

Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 22 Januari 2026 - Kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil ditemukan pada Rabu (21/1) pukul 11.00 WITA.

Penemuan dilakukan setelah tim SAR gabungan berhasil mencapai potongan ekor pesawat di lereng tebing berkedalaman 131 meter.

Black box ditemukan dalam kondisi utuh dan masih menempel pada dudukannya di bagian ekor pesawat.

Lokasi penemuan berada di lereng Gunung Bulusaraung, tepatnya di sekitar perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Proses evakuasi black box menghadapi tantangan berat akibat medan terjal dengan kemiringan 70–80 derajat serta cuaca hujan yang menyulitkan tim di lapangan.

Akan Diserahkan ke KNKT

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menyatakan bahwa black box yang ditemukan telah dilaporkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan dikonfirmasi sebagai kotak hitam pesawat.

“Bentuk secara fisik dan video yang dikirimkan sudah kita konfirmasi sementara bisa sampaikan kita sampaikan adalah itu black box. Kemudian bentuknya utuh. Alhamdulillah bentuknya utuh,” ujarnya kepada media, Rabu (21/1).

Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan ini disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan surveilans di wilayah perairan Indonesia.

Penerbangan dilakukan pada 17 Januari 2026 dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa 10 orang, terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang dari KKP.

Sekitar pukul 12.23 WITA, pesawat diarahkan oleh air traffic control (ATC) Makassar untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Baca Juga:  Tolak Bayar Rp10 Ribu, Jukir Liar di Makassar Aniaya Pedagang Sayur

Namun, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendekatan yang semestinya.

ATC memberikan koreksi posisi serta instruksi lanjutan, namun komunikasi dengan pesawat kemudian terputus.

ATC kemudian mendeklarasikan fase darurat dan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Basarnas, TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk membentuk pusat krisis di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Operasi pencarian terpadu dimulai pada Minggu (18/1) pukul 06.15 WITA dengan mengerahkan pesawat nirawak (drone) milik TNI AU.

Pada pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan mengidentifikasi secara visual serpihan jendela sebagai penanda awal lokasi kecelakaan.

Tiga menit kemudian, ditemukan serpihan besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending