Connect with us

Ekonomi

Bos BI Bongkar Penyebab Rupiah Anjlok di Tengah Melesunya Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh rekor terendah sepanjang masa pada Selasa (20/1), mencapai Rp16.985 per dolar AS.

Logompn

Published

on

Bos bi bongkar penyebab rupiah anjlok di tengah melesunya dolar as
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, dalam konferensi pers RDG BI yang digelar secara daring pada Rabu (21/1) | Gambar: YouTube/Bank Indonesia Channel

MPN Indonesia 22 Januari 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh rekor terendah sepanjang masa pada Selasa (20/1), mencapai Rp16.985 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi meski kondisi indeks dolar AS (DXY) sedang mengalami penurunan signifikan sebesar 0,76% ke level 98,641 di hari yang sama.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa faktor domestik dan global menjadi penyebab utama anjloknya nilai tukar rupiah.

Penyebab Rupiah Melemah

Menurut Perry, sentimen pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia serta proses pencalonan Deputi Gubernur BI berkontribusi pada tekanan terhadap rupiah.

“Persepsi pasar, ini persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan juga proses pencalonan deputi gubernur,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI yang digelar secara daring pada Rabu (21/1).

Perry juga menambahkan bahwa kebutuhan valuta asing korporasi, termasuk dari Pertamina, PLN, dan Danantara, turut mendorong permintaan dolar AS di dalam negeri.

Dari sisi global, Perry menyebutkan bahwa aliran modal keluar dari pasar keuangan Indonesia terjadi akibat meningkatnya ketidakpastian pasar global.

Salah satunya, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) dan kemungkinan kecilnya penurunan suku bunga The Fed tahun ini.

“Meningkatnya ketidakpastian akibatkan outflow sebesar USD1,6 miliar,” ujar Perry.

Penjelasan Purbaya

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut salah satu pemicu pelemahan rupiah adalah spekulasi mengenai pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

“Jadi ini mungkin sebagian spekulasi ketika Thomas akan ke sana—wow, orang spekulasi dia independensinya hilang,” ujar Purbaya di DPR RI.

Meskipun begitu, ia meyakini bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan rupiah akan kembali menguat, dengan keyakinan bahwa fondasi ekonomi Indonesia akan tetap dijaga.

Baca Juga:  Rupiah Hari Ini 26 Agustus 2026 Merangkak ke Level Rp17.695 per Dolar

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending