Connect with us

Politik

Menhan Tinjau Pendidikan Militer di Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Ada Apa?

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI di Belu, NTT, untuk memperkuat pendidikan vokasi pertahanan di wilayah perbatasan.

Logompn

Published

on

Menhan tinjau pendidikan militer di perbatasan indonesia timor leste, ada apa
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan ke Fakultas Vokasi Logistik Militer, Unhan RI. Gambar: Instagram/@sjafrie.sjamsoeddin

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 23 Januari 2026 - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Fakultas Vokasi Logistik Militer (FVLM) Universitas Pertahanan RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/1).

Kegiatan ini berlangsung di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste sebagai bagian dari kegiatan kenegaraan untuk penguatan pendidikan vokasi pertahanan yang responsif terhadap kebutuhan aktual pertahanan negara.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie menerima paparan dari Dekan FVLM Unhan RI mengenai sejumlah hal, yaitu kondisi kampus, pelaksanaan program pendidikan vokasi logistik militer, capaian akademik dan nonakademik para kadet, serta rencana pengembangan sarana dan prasarana pendidikan berbasis praktik.

Paparan ini menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertahanan yang profesional dan terampil.

“Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kementerian Pertahanan untuk terus mendorong penguatan pendidikan vokasi pertahanan sebagai bagian integral dari pembangunan postur pertahanan negara yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kesiapan sumber daya manusia,” ujar Sjafrie, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Kemhan RI, Jumat (23/1).

Peninjauan Fasilitas dan Dialog dengan Kadet

Setelah mendengarkan paparan, Menteri Pertahanan meninjau langsung fasilitas kampus yang meliputi ruang perkuliahan, area praktik, serta sarana pendukung pendidikan dan pengasuhan kadet.

Tujuan dari peninjauan ini adalah untuk memastikan bahwa proses pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan telah sesuai dengan standar, relevan dengan kebutuhan lapangan, dan mengutamakan keseimbangan antara teori dan praktik.

Di sela-sela agenda kunjungan, Sjafrie juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan sejumlah kadet.

Ia memberikan motivasi dan menekankan nilai-nilai penting dalam pendidikan pertahanan.

Baca Juga:  Prabowo Gelar Maraton Rapat di Hambalang, Bahas Geopolitik hingga Kesiapan Lebaran

“Kepada para kadet FVLM Unhan RI, saya tekankan pentingnya disiplin, integritas dan semangat pengabdian sebagai fondasi menjadi insan pertahanan yang berkarakter, kompeten dan peduli pada bangsa,” katanya.

Kegiatan Ditutup dengan Makan Siang Bersama

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan makan siang bersama para kadet.

Momen ini menjadi wadah komunikasi langsung antara pimpinan Kementerian Pertahanan dan peserta didik, sekaligus mencerminkan perhatian terhadap pembinaan karakter dan profesionalisme generasi muda pertahanan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan komitmen Kementerian Pertahanan dalam mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai bagian dari pembangunan postur pertahanan negara yang adaptif dan modern, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Belu.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut beberapa pejabat tinggi, yaitu Wakil Panglima TNI, Rektor Universitas Pertahanan, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan), dan Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad).

(AKM/NID/RAD)

Trending