Connect with us

Internasional

Tolak Undangan Trump, Spanyol Ogah Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Spanyol menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diluncurkan Presiden AS Donald Trump di Davos.

Logompn

Published

on

Tolak undangan trump, spanyol ogah gabung dewan perdamaian gaza
Spanyol Ogah Gabung Dewan Perdamaian Gaza. Gambar: Dok. Ara

MPN Indonesia 25 Januari 2026 - Spanyol menyatakan penolakannya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (22/1) di Forum Ekonomi Dunia, Davos, Swiss.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sebagai bentuk konsistensi Madrid terhadap prinsip multilateralisme dan dukungan terhadap sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Alasan Spanyol Tak Gabung

Penolakan ini didasarkan pada dua alasan utama, yakni tidak dilibatkannya Otoritas Palestina dalam keanggotaan dewan serta pendekatan yang dinilai tidak sejalan dengan hukum internasional.

“Kami menghargai undangan tersebut, tetapi kami menolaknya,” ujar Sanchez kepada wartawan pada Kamis malam (22/1), seusai menghadiri KTT Uni Eropa di Brussels, Belgia, dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Minggu (25/1).

Langkah Spanyol menolak partisipasi dalam Dewan Perdamaian Gaza juga diikuti oleh mayoritas negara Uni Eropa.

Dalam peluncuran resmi dewan tersebut, yang ditandai dengan penandatanganan piagam oleh negara-negara peserta, hanya Hungaria dan Bulgaria yang hadir dari blok Uni Eropa.

Sekutu-sekutu tradisional AS lainnya seperti Kanada dan Inggris juga memilih absen.

Tujuan Dewan Perdamaian Gaza

Dewan Perdamaian Gaza adalah inisiatif yang digagas Donald Trump sebagai bagian dari rencana perdamaian di wilayah Gaza dan secara lebih luas ditujukan untuk menyelesaikan konflik global.

Badan ini dirancang untuk menengahi dan memantau gencatan senjata, mengatur pengaturan keamanan, dan mengoordinasikan pembangunan kembali di wilayah pascaperang.

Menurut keterangan dari Washington, dewan ini akan diketuai langsung oleh Donald Trump yang juga bertindak sebagai perwakilan Amerika Serikat.

Masa jabatan negara anggota dibatasi selama tiga tahun, kecuali jika negara tersebut menyumbang dana sebesar US$1 miliar (Rp16,9 triliun) untuk memperoleh status keanggotaan permanen.

Baca Juga:  Pesawat Tabrak Truk Damkar di Bandara LaGuardia New York, Pilot dan Kopilot Tewas

“Setelah dewan ini sepenuhnya terbentuk, kita dapat melakukan hampir semua hal yang ingin kita lakukan. Dan kita akan melakukannya bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” Trump dalam pidato peluncurannya.

Dalam peluncuran perdana tersebut, Israel resmi bergabung bersama beberapa negara Timur Tengah lainnya, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Namun, tidak adanya perwakilan dari Otoritas Palestina menjadi sorotan utama yang dikritisi oleh Pemerintah Spanyol.

PM Pedro Sanchez menekankan bahwa hal ini menjadi salah satu alasan penolakan bergabung dengan dewan tersebut.

PBB melalui juru bicaranya, Rolando Gomez, menyatakan bahwa keterlibatan PBB dengan dewan tersebut hanya terbatas sebagai bagian dari resolusi Dewan Keamanan yang mendukung rencana perdamaian Gaza yang digagas Trump.

(ADN/NID/RAD)

Trending