Internasional
Korsel Pulangkan 73 Penipu Daring dari Kamboja
Sebanyak 73 warga Korea Selatan dipulangkan dari Kamboja untuk diperiksa atas dugaan penipuan daring lintas negara.
MPN Indonesia 26 Januari 2026 - Sebanyak 73 warga negara Korea Selatan dipulangkan dari Kamboja pada Jumat (23/1) untuk menjalani pemeriksaan atas tuduhan keterlibatan dalam jaringan penipuan daring lintas negara.
Mereka diduga menipu 869 warga Korea Selatan dengan kerugian mencapai 48,6 miliar won atau sekitar USD33 juta.
Pemulangan tersebut merupakan hasil kerja sama antara otoritas Korea Selatan dan Kamboja dalam menangani kejahatan yang meningkat belakangan ini.
Pesawat yang mengangkut para tersangka, terdiri dari 65 pria dan 8 wanita, mendarat di Bandara Internasional Incheon pada pukul 09.41 waktu setempat.
Mereka langsung dibawa ke berbagai kantor polisi di seluruh Korea Selatan untuk diinterogasi.
“Merupakan kesalahan besar jika Anda berpikir dapat menghindari hukuman jika melakukan kejahatan di luar negeri,” ujar pihak kepolisian Korea Selatan dalam pengarahan di bandara, dikutip MPN Indonesia melalui Channel News Asia pada Senin (26/1).
“Kami akan mengejar kejahatan yang merugikan warga kami sampai tuntas dan menuntut pertanggungjawaban,” tambahnya.
Juru bicara kantor kepresidenan Korea Selatan, Kang Yu-jung, menjelaskan bahwa pemulangan ini adalah bagian dari penyelidikan bersama antara Korea Selatan dan Kamboja.
Kang menyebut bahwa penyelidikan berhasil mengungkap tujuh pusat penipuan daring yang beroperasi di Kamboja dan menargetkan warga Korea Selatan.
“Membiarkan penjahat kelas berat tetap berada di luar negeri dapat mengirimkan pesan yang menyesatkan bahwa pihak berwenang pada dasarnya menutup mata terhadap para buronan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran tentang pengulangan tindak kejahatan,” ujar Kang Yu-Jung, dikutip MPN Indonesia melalui The Korea Herald pada Senin (26/1).
Rincian Kasus dan Modus Operandi
Dari 73 tersangka yang dipulangkan, 70 orang terlibat dalam penipuan daring seperti skema percintaan dan investasi palsu yang dijalankan melalui aplikasi pesan pribadi.
Tiga tersangka lainnya menghadapi dakwaan penyanderaan, perampokan, dan perjudian ilegal.
Sebagian dari mereka menggunakan teknologi deepfake untuk menyamar sebagai tokoh fiktif dan menjebak korban dalam hubungan asmara palsu, dengan total kerugian mencapai sekitar 12 miliar won dari 104 korban.
Salah satu pasangan suami istri yang termasuk dalam kelompok ini diduga menjalani operasi plastik guna menghindari pelacakan polisi.
Selain itu, sejumlah tersangka menyamar sebagai investor profesional dan menargetkan pensiunan serta pekerja muda, menyebabkan kerugian hingga 19,4 miliar won.
Beberapa tersangka dilaporkan juga terlibat dalam eksploitasi seksual anak di bawah umur dan pemerasan terhadap keluarga korban di Korea Selatan.
Pemulangan ini merupakan pemulangan massal tersangka kriminal terbesar dalam sejarah Korea Selatan, mengalahkan jumlah 64 warga Korea yang dipulangkan dari Kamboja pada Oktober sebelumnya.
Proses pemulangan dilakukan dengan penerbangan sewaan Korean Air dari Bandara Phnom Penh dan dijaga ketat oleh aparat.
Latar Belakang Investigasi
Sejak Oktober 2025, sekitar 260 warga Korea Selatan telah ditangkap di Kamboja dalam operasi penindakan terhadap jaringan penipuan daring.
Dari jumlah itu, sekitar 130 orang telah dipulangkan, sementara 60 lainnya masih ditahan dan menunggu proses pemulangan.
Operasi gabungan ini dipicu oleh meningkatnya kecaman publik setelah terbongkarnya kematian seorang mahasiswa Korea Selatan yang disiksa di kompleks penipuan Kamboja pada Agustus 2025.
Otoritas Korea Selatan kemudian membentuk gugus tugas antarlembaga untuk menangani kejahatan transnasional.
Korea Selatan juga mengirimkan delegasi resmi ke Phnom Penh guna memperkuat kerja sama dalam memberantas kejahatan ini.
Pada saat itu, pemerintah memperkirakan ada sekitar 1.000 warga negaranya yang terjebak atau bekerja di pusat-pusat penipuan di Kamboja.
Penegakan Hukum Pemerintah
Pemerintah Korea Selatan menegaskan akan menindak tegas pelaku kejahatan lintas negara.
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan bahwa negaranya akan terus bekerja sama dengan Kamboja hingga kejahatan penipuan lintas negara dapat diberantas.
Perwira Polisi Senior, Yoo Seung Ryul, mengatakan bahwa aparat akan mengejar pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan yang merugikan warga Korea Selatan “hingga ke titik akhir” dan memastikan mereka menghadapi konsekuensi atas perbuatannya.
Langkah pemulangan ini disebut sebagai bukti konkret komitmen pemerintah dalam memberantas kasus kriminal lintas negara yang menargetkan warga Korea Selatan.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
