Connect with us

Internasional

Kapal Feri yang Angkut 350 Penumpang Tenggelam di Filipina, 18 Orang Meninggal

Sebuah kapal feri bernama M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di perairan Provinsi Basilan, Filipina selatan, pada Senin (26/1).

Logompn

Published

on

Kapal feri yang angkut 300 penumpang tenggelam di filipina, 18 orang meninggal
Kapal Feri yang Angkut 359 Penumpang Tenggelam di Filipina, 18 Orang Meninggal | Gambar: AP

MPN Indonesia 27 Januari 2026 - Sebuah kapal feri bernama M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di perairan Provinsi Basilan, Filipina selatan, pada Senin (26/1).

Saat kejadian, kapal itu sedang dalam pelayaran dari Kota Zamboanga menuju Pulau Jolo, Provinsi Sulu.

Dikutip MPN Indonesia dari CNN World, kapal tersebut membawa total 359 orang, terdiri dari 332 penumpang dan 27 awak kapal.

Insiden ini menewaskan sedikitnya 18 orang dan menyebabkan puluhan lainnya masih hilang, sementara proses pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

317 Berhasil Dievakuasi

Menurut Komandan Penjaga Pantai, Romel Dua, kapal berbadan baja itu mulai tenggelam sekitar dua kilometer dari desa Pulau Baluk-Baluk.

Kapal tenggelam sekitar pukul 01.50 pagi, beberapa jam setelah berangkat dari pelabuhan.

“Ada seorang petugas keselamatan penjaga pantai di atas kapal dan dialah yang pertama kali menelepon dan memperingatkan kami untuk mengerahkan kapal penyelamat,” kata Romel Dua, dikutip MPN Indonesia dari Associated Press.

Penjaga Pantai Filipina mencatat sebanyak 317 orang telah berhasil diselamatkan dari laut.

Evakuasi dilakukan dengan bantuan kapal penjaga pantai, armada Angkatan Laut, pesawat pengintai, helikopter Black Hawk milik Angkatan Udara, dan kapal nelayan.

Hingga Senin siang, 24 orang masih dinyatakan hilang. Operasi penyelamatan juga menghadapi kendala akibat keterbatasan tenaga medis di wilayah tersebut.

Cuaca dalam Kondisi Baik

Feri MV Trisha Kerstin 3 disebut berlayar dalam kondisi cuaca baik. Berdasarkan informasi awal, penyebab tenggelamnya kapal masih belum dapat dipastikan.

Romel Dua menyatakan bahwa kapal telah diperiksa sebelum keberangkatan dan tidak ditemukan tanda-tanda kelebihan muatan.

Salah satu penumpang selamat, Mohamad Khan, mengungkapkan bahwa kapal tiba-tiba miring sebelum kemasukan air.

Baca Juga:  Pemukim Israel Bakar Masjid hingga Serang Rumah Warga Palestina

Dalam kesaksiannya kepada relawan penyelamat Gamar Alih, Khan menceritakan bahwa dia kehilangan bayinya yang berusia enam bulan dalam insiden tersebut.

“Istri saya kehilangan bayi kami dan kami semua terpisah di laut,” ujarnya dengan suara tercekat.

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki informasi awal bahwa terdapat 15 penumpang yang membatalkan keberangkatan secara mendadak dan meminta pengembalian dana tiket.

Jika informasi ini terverifikasi, maka jumlah orang hilang dapat berkurang.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending