Viral
Fenomena Langka! Salju Turun di Tambang Grasberg Mimika Papua akibat Cuaca Ekstrem
Hujan salju kembali terjadi di kawasan Tambang Grasberg, Mimika, Papua Tengah, pada Senin pagi.
Papua Tengah, MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Fenomena hujan salju kembali terjadi di kawasan Tambang Grasberg, PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Senin (26/1) pagi.
Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIT saat wilayah tersebut diselimuti awan menengah dengan suhu mencapai minus 28 derajat Celcius.
Hujan salju ini menjadi perhatian sejumlah karyawan PT Freeport yang sempat merekam dan membagikan momen langka tersebut melalui media sosial.
Kondisi cuaca ekstrem yang memicu turunnya salju terjadi akibat awan menengah yang cukup tebal di atas ketinggian kawasan tersebut.
Lokasi Grasberg yang berada pada ketinggian sekitar 2.500 di atas permukaan laut (mdpl) turut mendukung terbentuknya kristal es dari kondensasi uap air yang kemudian turun dalam bentuk salju, bukan air.
Penjelasan BMKG
Menurut prakirawan BMKG Timika, Marsareza, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di Tembagapura.
Ia menjelaskan bahwa pada Senin (26/1) pagi, radar mendeteksi hujan ringan yang berpotensi berupa salju karena bentuk kristal es turun tanpa mencair.
“Sekitar Tembagapura, awan-awan menengah banyak. Itu di jam 5 hingga 6 pagi. Saat itu Tembagapura ditutupi awan menengah, terdeteksi hujan ringan. Penyebabnya, awan menengah yang tebal. Suhu di atas memungkinkan terjadinya pembentukan salju. Ditambah hujan di pagi hari, jadi butiran yang turun itu masih dalam bentuk kristal es atau salju. Sementara di Timika hanya hujan kecil tadi pagi,” ujar Reza kepada wartawan saat ditemui di Kantor BMKG Timika.
Kondisi ini membuat uap air mengalami kondensasi pada suhu rendah, menghasilkan kristal es yang turun sebagai salju.
“Memang untuk ketinggian seperti itu adalah daerah kondensasi yang bisa membentuk butiran es, jadi bukan lagi cair tapi kristal es, terdeteksinya memang 5 kilometer ke atas, jadi Tembagapura ini sekitar 2.800 (meter di atas permukaan laut) awannya memang lebih tinggi, kedeteksinya awan menengah, bisa jadi mengandung es ketika dia hujan, bukan bentuk air,” jelas Reza.
Radar milik BMKG, yang hanya berteknologi singlepolar, tidak dapat mendeteksi fenomena vertikal secara detail, sehingga hanya terlihat sebagai hujan gerimis di radar.
Namun, menurut Reza, pada kenyataannya hujan tersebut kemungkinan besar adalah salju.
“Keterbatasan radar kita ini yang cuma singlepolar, tidak bisa itu mendeteksi secara horizontal dan vertikal, sehingga yang terdeteksi di radar, daerah Tembagapura itu, seperti biru—hujan gerimis, tapi bisa jadi salju,” katanya.
BMKG juga memastikan bahwa fenomena salju tersebut tidak berkaitan dengan kondisi iklim dan cuaca secara regional maupun global.
“Tidak ada fenomena yang berarti sih kalau dari skala regionalnya sekitar Papua maupun global tidak ada,” tegas Reza.
Salju Pernah Turun Sebelumnya
Ia menambahkan bahwa kejadian hujan salju di Mimika, khususnya di kawasan Tembagapura, memang sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.
Kejadian hujan salju di kawasan Tambang Grasberg bukan kali pertama. Berdasarkan catatan BMKG dan keterangan Marsareza, salju pernah turun di lokasi tersebut pada 12 Agustus 2003, 10 Oktober 2007, dan 1 April 2009.
Selama Reza bertugas sejak 2023, fenomena ini tercatat terjadi dua kali pada tahun tersebut, sekali pada 2024, tidak terjadi pada 2025, dan kembali muncul pada Januari 2026.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
