Viral
Viral! Rumah Kades di Luwu Dilempari Bom Molotov oleh OTK
Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) melempar bom molotov dan batu ke rumah Kepala Desa Padang Kalua, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1).
Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 1 Februari 2026 - Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) melempar bom molotov dan batu ke rumah Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (31/1).
Insiden ini terjadi saat pemilik rumah, Umi, sedang berada di Jakarta, sementara anak-anaknya berada di dalam rumah dan tertidur.
Menurut keterangan Umi, peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 Wita.
Timbulkan Api di Depan Rumah
Lemparan bom molotov sempat memicu api di bagian depan rumah. Tak hanya itu, kaca jendela dan tegel bagian depan rumah juga rusak.
Umi menyampaikan bahwa saat penyerangan terjadi, anak perempuannya yang masih duduk di bangku SMA dan anak laki-lakinya yang masih SD berada di dalam rumah.
“Benar, penyerangannya subuh. Saya sedang di Jakarta, tapi anak saya yang masih SMA perempuan dan SD laki-laki ada di dalam rumah tidur,” kata Umi, Sabtu (31/1), dikutip MPN Indonesia dari detikSulsel.
Menurut keterangan Umi, kamar depan yang menjadi sasaran pelemparan batu merupakan tempat anaknya tidur. Ia menyebut lemparan tersebut nyaris mengenai anaknya.
“Kamar depan itu tempat anak saya tidur dua orang. Menurut penjelasan anak saya, jendela kamarnya yang dilempari batu dan hampir mengenai anak saya,” ungkapnya.
Diduga akibat Konflik Antar Pemuda
Umi menduga aksi tersebut berkaitan dengan konflik antar pemuda Desa Padang Kalua dan Desa Tanarigella.
Ia menyebut, dalam beberapa hari terakhir kondisi keamanan di wilayahnya memang tidak kondusif.
Bentrokan antar pemuda disebut sempat terjadi di perempatan lampu merah Kecamatan Bua pada Rabu (28/1).
“Penyebab awalnya juga tidak ditahu, tapi kayaknya berawal dari perempatan itu pemicunya, yang perempatan lampu merah Bua, antara Desa Tanarigella dan Desa Padang Kalua,” ungkap Umi.
Ia juga menyinggung upaya mediasi yang sebelumnya telah dilakukan, namun dinilai tidak memberikan efek jera.
“Antar anak muda dengan desa tetangga. Bosan maki mediasi. Baru tiga hari teken perdamaian bertingkah lagi. Tidak bekerja jadi selalu bikin ulah. Kalau ada lagi korban akan dendam berkepanjangan,” ujarnya.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
