Connect with us

Teknologi

Apple Akuisisi Perusahaan AI Pelacak Wajah Milik Israel Senilai Rp33,5 Triliun

Apple kembali membuat langkah besar di dunia kecerdasan buatan dengan mengakuisisi startup AI asal Israel, Q.ai.

Logompn

Published

on

Apple Akuisisi Perusahaan AI Pelacak Wajah Milik Israel Senilai Rp33,5 Triliun
Apple Akuisisi Perusahaan AI Pelacak Wajah Milik Israel Senilai Rp33,5 Triliun | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Februari 2026 - Apple kembali membuat langkah besar di dunia kecerdasan buatan. Perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat itu dikabarkan mengakuisisi startup AI asal Israel, Q.ai.

Tak tanggung-tanggung, nilai transaksi tersebut mencapai sekitar USD2 miliar atau setara Rp33,5 triliun.

Akuisisi ini pun langsung menjadi sorotan karena masuk jajaran pembelian terbesar dalam sejarah Apple.

Q.ai dikenal sebagai perusahaan rintisan yang fokus mengembangkan teknologi pelacakan dan analisis wajah berbasis kecerdasan buatan.

Teknologi Q.ai

Dikutip MPN Indonesia dari Bloomberg, teknologi yang Q.ai kembangkan memungkinkan perangkat memahami komunikasi tanpa suara, dengan cara menganalisis pergerakan mikro otot wajah saat seseorang berbicara atau membentuk kata.

Sistem tersebut memungkinkan interaksi manusia dan mesin berlangsung secara lebih privat, tanpa perlu perintah suara.

Oleh karena itu, teknologi Q.ai disebut-sebut berpotensi diintegrasikan ke berbagai produk Apple, mulai dari AirPods, FaceTime, hingga proyek kacamata pintar dan headset masa depan.

Apple sendiri belum mengungkapkan secara detail bagaimana teknologi Q.ai akan dimanfaatkan.

Namun, rumor yang beredar menyebutkan bahwa akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Apple untuk memperkuat fitur AI di perangkat audio dan wearable mereka.

Salah Satu Akuisisi Terbesar Apple

Dengan nilai hampir USD2 miliar, pembelian Q.ai tercatat sebagai salah satu akuisisi terbesar Apple.

Hingga kini, rekor akuisisi terbesar Apple masih dipegang oleh pembelian Beats pada 2014 senilai sekitar USD3 miliar atau setara Rp49 triliun.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya Apple untuk mengejar ketertinggalan di ranah AI, terutama dibandingkan para pesaingnya seperti Meta, Google, dan Snap yang lebih dulu agresif mengembangkan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga:  Israel Bikin Terowongan Bawah Tanah, Masjid Al-Aqsa Terancam Roboh!

Tekanan terhadap Apple sendiri semakin kuat setelah perusahaan sempat menunda pembaruan asisten suara Siri.

Peran Penting Aviad Maizels

Q.ai dipimpin oleh Aviad Maizels, sosok yang bukan orang baru bagi Apple. Pada 2005, Maizels mendirikan PrimeSense, perusahaan sensor 3D yang teknologinya digunakan pada Xbox Kinect milik Microsoft.

PrimeSense kemudian diakuisisi Apple pada 2013 dan menjadi fondasi teknologi Face ID, sistem pengenalan wajah yang dirilis Apple pada 2017.

Setelah beberapa tahun bekerja di Apple, Maizels kembali mendirikan perusahaan sendiri dan melahirkan Q.ai.

Kini, melalui akuisisi ini, ia dan sekitar 100 karyawan Q.ai, termasuk para pendiri lainnya, akan bergabung dengan Apple.

Kontroversi di Balik Akuisisi Q.ai

Akuisisi ini disebut berpotensi menuai penolakan dari sebagian karyawan Apple. Selama beberapa tahun terakhir, ada dorongan internal agar Apple menarik investasinya dari Israel.

Apple diketahui memiliki fasilitas riset dan pengembangan di Israel. Menurut laporan CTech, sekitar 30 persen karyawan Q.ai direkrut untuk dinas militer Israel setelah peristiwa 7 Oktober 2023.

(AKM/NID/RAD)

Trending