Connect with us

Viral

Bocah SD di NTT Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Surat untuk Sang Ibu

Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia gantung diri. Polisi menemukan surat tulisan tangan untuk ibunya.

Logompn

Published

on

Bocah SD di NTT Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Surat untuk Sang Ibu
Bocah SD di NTT Tewas Gantung Diri, Tinggalkan Surat untuk Sang Ibu. Gambar: Kolase X/@heraloebss / Ilustrasi Canva

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 4 Februari 2026 - Seorang anak di bawah umur, siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBS (10), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (29/1) siang.

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh yang berada tidak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo/Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Dalam peristiwa di daerah tersebut, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang ditujukan kepada ibu korban.

Peristiwa bunuh diri itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Polres Ngada menemukan surat yang diduga ditulis oleh korban sebelum meninggal dunia.

Isi surat mengandung pesan perpisahan kepada sang ibu, permintaan agar tidak menangis, serta ungkapan kekecewaan dan terdapat gambar wajah menangis pada bagian akhir surat

Kronologi Ditemukannya Korban

Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh yang berada sekitar tiga meter dari pondok tempat tinggalnya.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, dalam keterangannya menjelaskan kondisi lokasi kejadian.

“Pohon cengkeh tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter,” kata Bernardus dalam keterangannya.

Korban sehari-hari tinggal bersama neneknya di sebuah pondok sederhana.

Saat kejadian, nenek korban tidak berada di lokasi karena sejak malam sebelumnya membantu tetangga memecahkan kemiri dan menginap di rumah tetangga.

“Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga dan menginap di rumah tetangga. Korban malamnya tidur di rumah orang tuanya,” jelas Bernardus.

Korban ditemukan oleh warga yang sedang mengikat ternaknya di kebun milik nenek korban.

Baca Juga:  Lansia di Pamulang Meninggal Dunia Diduga Kelelahan setelah Antre Beli Gas Elpiji 3 Kg

Warga tersebut bermaksud memberi tahu nenek korban agar memerhatikan ternaknya, namun mendapati korban sudah tergantung di pohon cengkeh.

Isi Surat dan Pernyataan Kepolisian

Polisi memastikan surat tersebut ditulis oleh korban. Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus E/R Pissort, menyatakan tulisan dalam surat memiliki kecocokan dengan tulisan korban di buku sekolah.

“Berdasarkan hasil pencocokan dengan beberapa buku tulis korban, penyidik menemukan adanya kecocokan tulisan,” ujar Benediktus dalam keterangannya pada Selasa (3/2).

Ia juga menegaskan keaslian surat tersebut.

“Surat itu betul. Petugas turun ke TKP dan menemukan surat itu. Anak itu yang menulis,” kata Benediktus.

Berikut isi surat korban kepada ibunya sebagaimana ditemukan di lokasi:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk Mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)
Mama molo Ja’o galo mata mae rita ee mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao galo mata mae woe rita ne’e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ya)
Molo mama (Selamat tinggal mama)

Latar Belakang Keluarga Korban

Berdasarkan keterangan keluarga dan aparat setempat, sebelum peristiwa bunuh diri terjadi, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena.

Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga.

“Tapi ibunya tidak punya uang. Ayahnya sudah meninggal saat YBS masih dalam kandungan,” ujar Bernardus H. Tage.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Sementara itu, ibunya, MGT (47), tinggal di kampung sebelah bersama lima saudara korban.

Malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya, lalu pada pagi hari sekitar pukul 06.00 Wita diantar kembali ke pondok neneknya menggunakan ojek.

Baca Juga:  Pelajar SMA Tewas di Pantai Pandeglang usai Hilang Terseret Ombak

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan latar belakang serta seluruh rangkaian peristiwa di daerah tersebut.

“Masih pendalaman,” ujar Benediktus terkait penyebab pasti kejadian.

(AKM/NID/RAD)

Trending