Connect with us

Politik

Prabowo Beri Perhatian Serius untuk Kasus Anak di NTT, Minta Jangan sampai Terulang Lagi

Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas kasus anak SD di NTT dan melakukan koordinasi lintas kementerian agar tidak terulang.

Logompn

Published

on

Prabowo Beri Perhatian Serius untuk Kasus Anak di NTT, Minta Jangan sampai Terulang Lagi
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Gambar: Instagram/@kemensetneg.ri

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 5 Februari 2026 - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap kasus meninggalnya seorang anak sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga mengakhiri hidupnya.

Peristiwa di daerah tersebut terjadi di Kabupaten Ngada dan melibatkan seorang siswa kelas IV berusia 10 tahun berinisial YBS.

Kasus ini menjadi perhatian pemerintah karena dinilai tidak seharusnya terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Perhatian tersebut disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia mewakili pemerintah menyampaikan duka dan keprihatinan atas peristiwa di daerah yang terjadi di wilayah NTT tersebut.

Pemerintah menilai kejadian ini menjadi pengingat penting terkait kondisi sosial, khususnya yang menyangkut anak dan keluarga di daerah.

“Pertama berkenaan dengan terjadinya kejadian yang menimpa adik kita di NTT, tepatnya di Kabupaten Ngada, kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi,” ujar Prasetyo kepada wartawan pada Rabu, (4/2).

Arahan Presiden dan Koordinasi Lintas Kementerian

Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada jajaran terkait untuk segera melakukan koordinasi lintas sektor.

Arahan tersebut dimaksudkan agar kejadian serupa dapat diantisipasi dan tidak kembali terjadi.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami meminta kami untuk dilakukan koordinasi supaya ke depan hal-hal semacam ini dapat kita antisipasi,” kata Prasetyo.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, pihak Istana telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Baca Juga:  Nekat Terobos Perlintasan, Mobil Ringsek Tertabrak KRL Jurusan Duri-Tangerang

Koordinasi tersebut dilakukan untuk penanganan terhadap keluarga korban serta evaluasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kronologi Singkat Peristiwa di Kabupaten Ngada

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan anak berusia 10 tahun berinisial YBS, siswa sekolah dasar kelas IV.

YBS ditemukan meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1) siang di wilayah Kabupaten Ngada, NTT.

Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen.

Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Terkait penyebab pasti dan motif di balik peristiwa tersebut, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Kalau berkenaan dengan masalah penyebab terjadinya tragedi tersebut. Biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman,” pungkas Prasetyo.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending