Berita
BMKG Sebut Gempa Pacitan Berjenis Megathrust, Ini Penjelasannya!
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB.
Jawa Timur, MPN Indonesia 6 Februari 2026 - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB.
BMKG menyatakan gempa ini merupakan jenis megathrust, namun tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Episenter gempa tercatat berada di laut, sekitar 89 kilometer tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.
“Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Jumat (6/2).
Penyebab Gempa
Daryono menjelaskan, gempa bumi Pacitan dipicu oleh aktivitas subduksi akibat tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di selatan Pacitan.
Menurut hasil pemodelan BMKG, gempa yang dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah ini tidak memicu potensi tsunami.
“Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena dapat berpotensi tsunami,” ujar Daryono.
Menurut Daryono, karakter megathrust pada gempa Pacitan terlihat dari mekanisme sumber gempanya.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik,” kata Daryono.
Riwayat Sejarah Tsunami di Pacitan
Daryono menyebut bahwa wilayah Pacitan memiliki sejarah bencana alam tsunami akibat gempa. Salah satu peristiwa terjadi pada 4 Januari 1840.
“Peristiwa tsunami 4 Januari 1840 di Jawa Timur tercatat dalam sejarah sebagai tsunami yang terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa, khususnya di daerah Pacitan,” ucapnya.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada 20 Oktober 1859.
“Peristiwa tsunami Pacitan 20 Oktober 1859 memang termasuk tsunami historis Jawa Timur,” ujar Daryono.
Faktor geografis menjadi salah satu penyebab utama wilayah ini rawan tsunami.
“(Pacitan) diduga di atas segmen slab landai, sehingga koling subduksi kuat,” ungkap Daryono.
Ia menambahkan, keberadaan banyak teluk dan pantai sempit di wilayah pesisir Pacitan juga menjadi faktor yang dapat memperkuat gelombang pasang.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
