Connect with us

Viral

Perahu Sound Horeg Tenggelam saat Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Sidoarjo

Perahu pengangkut sound horeg tenggelam saat tradisi Nyadran di Sidoarjo akibat kelebihan muatan. Tidak ada korban jiwa.

Logompn

Published

on

Perahu Sound Horeg Tenggelam saat Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Sidoarjo
Perahu Sound Horeg Tenggelam saat Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Sidoarjo. Gambar: Kolase Facebook/faishol / TikTok/@totemtegar

Jawa Timur, MPN Indonesia 9 Februari 2026 - Sebuah perahu tenggelam saat membawa sound horeg dalam rangkaian tradisi Nyadran yang digelar di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu sore (7/2).

Insiden terjadi ketika dua perahu digunakan untuk mengangkut perangkat sound system berdaya besar dan lebih dari 10 orang, namun salah satu perahu tidak mampu menahan beban sekitar satu ton dan akhirnya tenggelam.

Peristiwa ini terjadi di bantaran Sungai Balongdowo dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Benar, ada perahu yang terguling saat membawa perlengkapan untuk kegiatan Nyadran. Kejadiannya Sabtu sore. Tidak ada korban, hanya kerugian material,” jawab Kapolsek Candi, Kompol Septiawan Adi Prihartono dalam keterangannya pada Sabtu, (7/2).

Sementara itu, Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, juga membenarkan bahwa perahu yang mengangkut speaker besar, lighting, dan genset tersebut mengalami kemiringan akibat getaran dan kelebihan muatan.

“Kejadiannya di bantaran Sungai Balongdowo sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Imam saat dikonfirmasi.

Menurut Imam, warga sebelumnya menggabungkan perangkat sound horeg di atas dua perahu.

Namun, salah satu perahu oleng setelah menerima beban berlebih dan akhirnya terbalik.

“Perahunya dua, digabung sound, speaker dan genset (generator set) ternyata salah satunya tidak kuat, kena getaran akhirnya miring,” jelasnya.

Seluruh perangkat sound system, lighting, dan genset serta para penumpang yang berada di atas perahu ikut tercebur ke sungai, namun berhasil dievakuasi dengan bantuan perahu karet.

Kelebihan Muatan

Insiden ini terjadi ketika warga tengah mengadakan persiapan untuk tradisi tahunan Nyadran menjelang bulan Ramadan.

Sound horeg, sistem suara besar yang biasa digunakan untuk arak-arakan atau pesta rakyat, menjadi bagian dari rangkaian hiburan dalam tradisi tersebut.

Baca Juga:  Dua Anjing Pit Bull Serang Bocah di Taman Bermain Brasil, 2 Bocah Dikabarkan Terluka Parah

Dalam kejadian ini, dua perahu digunakan untuk mengangkut perangkat sound system dan penumpang yang sedang berjoget di atasnya.

Diperkirakan, berat perangkat sound system saja mencapai satu ton, di luar bobot lebih dari sepuluh penumpang dewasa.

“Kira-kira beratnya sound saja itu satu ton. Terus yang naiki mungkin 10-an orang. Sound-nya (milik) JL Jombang kalau tidak salah,” ujar Imam.

Salah satu perahu yang tidak kuat menahan beban kemudian oleng dan terbalik.

“Begitu miring, alat-alatnya lighting genset, sound, sempat dievakuasi. Tidak ada apa-apa, karena tidak kuat menahan beban,” terang Imam.

Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen dua perahu mengangkut perangkat sound horeg besar dan puluhan orang yang tampak berjoget di atas perahu sambil diiringi musik remix dengan volume tinggi.

Salah satu perahu terlihat tidak stabil, oleng ke kanan dan kiri, sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.

Tradisi Nyadran

Tradisi Nyadran merupakan kegiatan rutin tahunan masyarakat Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang Ramadan.

Kegiatan ini mencakup doa bersama, ziarah ke makam leluhur seperti Dewi Sekardadu di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, serta arak-arakan dan pelarungan sesaji ke laut sebagai bentuk syukur atas hasil laut.

Meskipun insiden perahu tenggelam terjadi, kegiatan tradisi Nyadran tetap berlangsung selama beberapa jam setelahnya.

Kapolsek Candi, Kompol Septiawan, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Untuk sementara sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengatur beban dan kapasitas muatan perahu guna mencegah terulangnya kecelakaan di area publik, khususnya dalam kegiatan masyarakat yang bersifat massal dan berada di area publik seperti sungai.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kentongan Raksasa Milik Restoran di Kulon Progo

Trending