Connect with us

Berita

Gudang Pestisida di Taman Tekno BSD Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang kimia di Taman Tekno Tangsel ludes terbakar hingga cemari sungai. Kerugian ditaksir Rp2 miliar, tak ada korban jiwa.

Logompn

Published

on

Gudang Pestisida di Taman Tekno BSD Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik
Gudang Pestisida di Taman Tekno BSD Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik. Gambar: Instagram/@damkartangselofficial

Banten, MPN Indonesia 10 Februari 2026 - Gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama yang berlokasi di Blok K3 Nomor 37, Kelurahan Setu, kawasan Taman Tekno, Serpong, Tangerang Selatan, terbakar pada Senin (9/2) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik dan menyebabkan kerusakan total pada bangunan serta pencemaran lingkungan, termasuk aliran Sungai Jalatreng hingga BSD.

Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menyatakan bahwa penyebab kebakaran sementara ini diduga akibat korsleting listrik.

“Penyebab dari kebakaran tersebut dugaan sementara dari hubungan arus pendek listrik gedung tersebut,” kata Dhady saat dikonfirmasi, dikutip MPN Indonesia melalui Kompas.com pada Selasa, (10/2).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Kebakaran ini juga menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

Air pemadaman yang bercampur dengan bahan kimia dari pestisida mengalir ke selokan hingga mencemari Sungai Jalatreng yang bermuara ke Kali Angke.

Di wilayah BSD, pencemaran ini menyebabkan kematian ikan dan bau menyengat menyerupai bensin masuk ke rumah-rumah warga.

Proses Pemadaman

Proses pemadaman melibatkan 14 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan, ditambah dua unit dari kawasan BSD serta dua unit mobil tangki air.

Dinas Pemadam Kebakaran Tangerang selatan mengerahkan sebanyak 70 personel ke lokasi.

“Unit kita ada 14 unit, dari BSD dua unit dan ditambah tangki penyuplai dua unit,” ucap Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Omay Komarudin dalam keterangannya pada Senin, (10/2).

Kesulitan pemadaman disebabkan oleh isi gudang yang menyimpan antara 15 hingga 20 ton pestisida.

Baca Juga:  Selain Ramp Check, Pemerintah Tangerang Selatan Tes Kesehatan Sopir untuk Keamanan Pemudik

Sebagian besar bahan disimpan dalam kaleng yang rentan meletup saat terpapar panas tinggi.

“Kaleng pestisida kalau panas bisa menimbulkan letusan. Bukan ledakan besar, tapi tetap berbahaya, makanya pemadaman dilakukan pelan-pelan,” ucap Danton Damkar, Sahroni.

Menurut Omay, lokasi gudang yang jauh dari sumber air turut menyulitkan upaya pemadaman.

“Yang terbakar merupakan gudang insektisida. Material kimia membuat api cepat membesar dan sulit dipadamkan, ditambah lokasi cukup jauh dari sumber air,” ujarnya.

Petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran susulan.

Pemeriksaan dan Penanganan Pascakejadian

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa lima saksi guna kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bani Khosiyatullah, menyebutkan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi untuk meninjau langsung dampak pencemaran.

“Sekarang tim kami sedang di lokasi,” ujar Bani.

Saksi mata bernama Rehan menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap dari dalam gudang sebelum segera melaporkannya ke pihak berwenang.

Kebakaran ini menghanguskan satu unit bangunan secara keseluruhan.

(AKM/NID/RAD)

Trending