Connect with us

Berita

Jelang Ramadan, Pemprov Jakarta bakal Tindak Tegas Manusia Gerobak dan Kegiatan SOTR

DKI Jakarta siapkan langkah humanis untuk penertiban PMKS selama bulan puasa.

Logompn

Published

on

MPNBAGAS(1250 x 849 px) MPN 2026 02 11T132320.396
Jelang Ramadan, Pemprov Jakarta bakal Tindak Tegas Manusia Gerobak dan Kegiatan SOTR. Gambar: Dok. Beritajakarta.id

MPN Indonesia 11 Februari 2026 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menertibkan keberadaan manusia gerobak dan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan pemerintah tersebut dalam rapat persiapan Ramadan dan Idulfitri di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan kebersihan ibu kota, sekaligus menciptakan suasana kondusif selama bulan suci.

“Ya, pasti kami akan patroli,” kata Pramono dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Jakarta akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan Satpol PP dalam pelaksanaan patroli dan penertiban.

“Kami akan libatkan Satpol PP dan juga tentunya bekerja sama dengan aparat penegak hukum, kepolisian, untuk menjaga Jakarta bersama-sama,” lanjutnya.

Fenomena manusia gerobak yang kerap muncul saat Ramadan dinilai mengganggu ketertiban dan kebersihan kota.

Pramono memastikan bahwa penertiban terhadap kelompok tersebut akan dilakukan secara humanis.

“Ya, pokoknya kita akan menertibkanlah, tapi dengan secara manusiawi,” tegasnya.

Ia juga berharap tidak terjadi kekerasan seperti yang pernah terjadi di masa lalu.

“Mudah-mudahan yang selama ini terjadi kekerasan di Jakarta ketika menyambut Ramadan dan juga Idulfitri ini tidak terjadi,” ujarnya.

Penertiban Manusia Gerobak dan Pengawasan SOTR selama Ramadan

Penertiban manusia gerobak, yang secara administratif termasuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), merupakan langkah tahunan yang diambil Pemprov Jakarta menjelang Ramadan.

Menurut Pramono, kelompok ini sering kali datang dari luar daerah dan muncul di berbagai titik strategis di Jakarta selama Ramadan.

Baca Juga:  Reve Space Siap Hadirkan Pengalaman Romantis Tak Terlupakan di Blind Date Experience

“Kalau memang ada pendatang yang seperti itu, ya pasti kami tertibkan untuk kebersihan bersama Jakarta,” kata Pramono saat berada di Puskesmas Pembantu (Pustu) Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa penjangkauan terhadap PPKS dilakukan setiap hari oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, unsur kecamatan dan kelurahan, serta TNI dan Polri.

“Penjangkauan PPKS dilaksanakan setiap hari bersama tim gabungan antara lain Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, unsur kecamatan dan kelurahan beserta TNI dan Polri di 5 wilayah kota dengan hasil sampai dengan tanggal 9 Februari 2026 berjumlah 178 orang,” ujar Satriadi dalam keterangannya.

Seluruh individu yang terjaring selanjutnya dikirim ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya dan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung untuk pembinaan.

Selain manusia gerobak, kegiatan Sahur On The Road (SOTR) juga menjadi sasaran penertiban karena berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Kegiatan tersebut sering dilakukan secara konvoi di jalan-jalan utama Jakarta dan kerap menimbulkan kemacetan serta potensi gesekan sosial.

Antisipasi Pendatang Pascaidulfitri dan Jaminan Pangan selama Ramadan

Pramono juga menyoroti potensi lonjakan pendatang ke Jakarta setelah Idulfitri.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang ingin mengadu nasib ke ibu kota mempersiapkan diri dengan keterampilan yang memadai.

“Begitu selesai Ramadan dan Idulfitri kan banyak yang kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Kami mengharapkan untuk siapa pun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun.

“Jakarta tidak akan pernah menutup diri bagi siapa pun, Jakarta akan selalu terbuka buat siapa saja, tetapi kami mengharapkan orang yang datang di Jakarta kemudian mempunyai skill, kapabilitas, kapasitas, untuk bekerja di Jakarta,” tambahnya.

Baca Juga:  Kewalahan Tangani Monyet Liar, Pemkot Tangsel Bakal Siapkan Alat Pembius Hewan

Terkait kesiapan menghadapi Ramadan 2026, Pramono juga memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di Jakarta dalam kondisi aman.

“Untuk urusan pangan, saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang mensuplai ke Jakarta. Mudah-mudahan menyambut puasa dan Lebaran, persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi masalah,” ujar Pramono dalam keterangan terpisah, saat berada di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2).

Ia menyebutkan bahwa distribusi pangan seperti beras dan daging tidak terganggu, meskipun sejumlah wilayah penghasil tengah mengalami cuaca ekstrem.

(AKM/NID/RAD)

Trending