Connect with us

Otomotif

Badai PHK Hantui Harley Davidson Imbas Laba Turun 28 Persen

Harley-Davidson mengisyaratkan akan melakukan efisiensi setelah mencatat penurunan pendapatan sebesar 28 persen secara tahunan.

Logompn

Published

on

Badai PHK Hantui Harley Davidson Imbas Laba Turun 28 Persen
Badai PHK Hantui Harley Davidson Imbas Laba Turun 28 Persen. Gambar: Kolase Instagram/harleydavidson

MPN Indonesia 17 Februari 2026 - Harley-Davidson mengisyaratkan akan melakukan efisiensi setelah mencatat penurunan pendapatan sebesar 28 persen secara tahunan pada kuartal yang berakhir 31 Desember 2025.

Kebijakan ini diambil menyusul kondisi keuangan yang menurun tajam dan permintaan pasar yang tidak sebanding dengan kapasitas produksi yang ada.

Hal ini sontak membuat perusahaan tersebut dihantui dengan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

Perusahaan Ingin Hemat Biaya hingga 150 Juta Dolar US

Rencana efisiensi ini diumumkan langsung oleh CEO Harley-Davidson, Artie Starrs, yang baru menjabat sejak Agustus 2025.

Dikutip MPN Indonesia dari Visordown, Starrs menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan penghematan biaya operasional hingga 150 juta dolar AS.

“Kami melakukan tinjauan menyeluruh dan ketat terhadap basis biaya serta beban operasional, didukung spesialis pihak ketiga,” ujar Starrs dalam keterangannya.

Juru bicara Harley-Davidson mengonfirmasi bahwa sebagian besar penghematan biaya akan berasal dari pengurangan tenaga kerja.

Kendati demikian hingga saat ini belum ada rincian jumlah maupun posisi yang terdampak.

Penyesuaian Beban Operasional dan Kapasitas Perusahaan

Langkah pengurangan karyawan ini merupakan bagian dari fase baru yang disebut “reset,” setelah sebelumnya Harley-Davidson menjalankan strategi Rewire dan Hardwire.

Penyesuaian ini dianggap perlu karena struktur perusahaan saat ini masih dibangun untuk volume penjualan yang lebih tinggi dari permintaan aktual.

Artie Starrs menyatakan bahwa beban operasional dan kapasitas manufaktur perusahaan tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar.

“Overheat korporasi, kapasitas manufaktur, dan total biaya operasional kami saat ini dibangun untuk volume yang jauh lebih tinggi dibanding permintaan saat ini, dan ketidaksesuaian ini akan kami atasi secara langsung,” ucap Starrs.

Baca Juga:  Ban Belakang Motor Matik Goyang? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya

Kondisi ini diperparah oleh lemahnya performa penjualan lini motor listrik Harley-Davidson, LiveWire, yang sepanjang tahun lalu belum mampu mencapai angka penjualan 1.000 unit.

Serikat pekerja di wilayah Milwaukee mengaku telah mendengar rencana efisiensi ini dan menyebut bahwa pengurangan kemungkinan akan dilakukan di berbagai lini pekerjaan.

Meski pihak manajemen belum mengumumkan angka pasti, sinyal PHK massal semakin kuat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending