Teknologi
Meta PHK 8.000 Karyawan, Zuckerberg Singgung soal AI
Meta melakukan PHK terhadap 8.000 karyawan global di tengah fokus besar perusahaan pada pengembangan teknologi AI dan restrukturisasi internal.
MPN Indonesia 22 Mei 2026 - Meta melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap sekitar 8.000 karyawan yang mewakili 10 persen tenaga kerja global perusahaan.
Langkah ini dilakukan di tengah fokus besar perusahaan terhadap pengembangan AI dan restrukturisasi internal untuk memperkuat posisi Meta dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan.
Selain melakukan PHK, Meta juga membatalkan rencana perekrutan 6.000 posisi baru.
“AI adalah teknologi paling penting dalam hidup kita. Perusahaan-perusahaan yang memimpin akan menentukan generasi berikutnya,” ujar CEO Meta Mark Zuckerberg dalam memo internal kepada karyawan yang dilihat CNBC International, dikutip MPN Indonesia pada Jumat (22/5).
Ia juga menyampaikan bahwa langkah restrukturisasi dilakukan untuk memastikan Meta tetap kompetitif di tengah perkembangan AI yang cepat.
“Kami sedang mentransformasi perusahaan kami untuk memastikan bahwa perusahaan ini akan selalu menjadi tempat terbaik bagi orang-orang berbakat untuk memberikan dampak terbesar,” lanjutnya dalam memo tersebut.
Gelombang PHK dimulai pada Rabu (20/5) dan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap.
Berdasarkan laporan Reuters dan Business Insider, karyawan yang terdampak berasal dari sejumlah divisi, termasuk tim integritas perusahaan yang menangani penghapusan konten berbahaya dan ujaran kebencian, tim keamanan siber, hingga divisi desain konten.
Para pekerja di Amerika Serikat disebut akan menerima pesangon selama 16 minggu ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun masa kerja mereka di perusahaan.
Fokus Investasi Meta pada AI
Langkah Meta melakukan PHK disebut berkaitan langsung dengan peningkatan investasi perusahaan di sektor AI.
Pada April lalu, Meta telah memberi tahu karyawan mengenai rencana pengurangan tenaga kerja besar-besaran untuk membantu mengimbangi investasi ke bidang AI.
Di saat yang sama, unit dan tim yang berfokus pada infrastruktur AI, model dasar AI, serta monetisasi AI disebut tidak terdampak oleh gelombang pemutusan hubungan kerja tersebut.
Selain pengurangan tenaga kerja, Meta juga menjalankan restrukturisasi internal dengan memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke posisi baru yang terkait dengan pengembangan AI.
Investasi perusahaan terhadap teknologi ini juga meningkat signifikan melalui proyek Meta Superintelligence dan pengembangan model AI internal perusahaan.
“Cara berpikir tentang investasi ini adalah bahwa kita bertaruh pada hal-hal individual yang dipedulikan orang, dan bahwa orang-orang akan menjadi lebih penting di masa depan,” ujar Zuckerberg, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera.
Belanja modal Meta diperkirakan mencapai 125 miliar dolar AS hingga 145 miliar dolar AS tahun ini.
Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2025.
Kondisi Internal Karyawan
Gelombang PHK terbaru terjadi di tengah meningkatnya kecemasan internal di lingkungan Meta.
Sepanjang tahun ini, perusahaan telah melakukan beberapa kali pengurangan tenaga kerja.
Pada Januari, Meta memecat sekitar 1.000 karyawan di unit Reality Labs. Kemudian pada Maret, ratusan pekerja lain juga terkena dampak.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan moral pekerja di Meta mengalami penurunan setelah perusahaan menerapkan program pelacakan AI untuk melatih model kecerdasan buatan internal mereka.
Lebih dari 1.500 pekerja dilaporkan menandatangani petisi yang meminta perusahaan tidak mengumpulkan data mereka untuk kebutuhan pelatihan AI.
Dalam memo kepada karyawan, Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya tidak mengharapkan adanya gelombang PHK massal tambahan tahun ini.
“Selalu menyedihkan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan membangun perusahaan ini,” ujar Zuckerberg.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
