Connect with us

Berita

Anak Laki-laki Usia 11 Tahun akan Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai Tahun Depan

Menkes Budi Gunadi umumkan vaksin HPV gratis bagi anak laki-laki mulai 2027, target cakupan 90 persen pada 2030.

Logompn

Published

on

Anak Laki laki Usia 11 Tahun akan Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai Tahun Depan
Anak Laki-laki Usia 11 Tahun akan Dapat Vaksin HPV Gratis Mulai Tahun Depan. Gambar: YouTube/DPR RI

MPN Indonesia 18 Februari 2026 - Mulai tahun 2027, anak laki-laki usia 11 tahun di Indonesia akan mendapatkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) secara gratis.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kebijakan pemerintah ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk menekan angka kasus kanker serviks di Indonesia.

Pemberian vaksin ini dilakukan meskipun laki-laki tidak bisa mengidap kanker serviks, karena mereka berpotensi menjadi pembawa (carrier) virus HPV yang bisa menularkan ke pasangan seksualnya.

“Pada 2027, kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa mengidap kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita mau mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (14/2).

Kebijakan kesehatan ini merupakan bagian dari program vaksinasi nasional yang sebelumnya hanya ditujukan kepada anak perempuan usia 11 tahun.

Pemerintah memperluas cakupan agar perlindungan terhadap penyebaran HPV menjadi lebih menyeluruh.

Perluasan Program Vaksinasi HPV Nasional

Program vaksinasi HPV awalnya difokuskan kepada anak perempuan kelas 5 SD (usia 11 tahun).

Pemerintah menargetkan 2,1 juta anak perempuan untuk mendapatkan vaksin tersebut, dan hingga tahun ketiga program berjalan, sudah tercapai 1,9 juta penerima.

Untuk anak yang belum divaksin di usia 11 tahun, pemerintah juga menyasar perempuan usia 15 tahun, dan tengah merancang program lanjutan bagi perempuan usia 21 tahun.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Larang Penjualan dan Penggunaan Knalpot Brong di Jawa Barat

“Target kita 2,1 juta perempuan usia 11 tahun, dan dalam tiga tahun, kita telah mencapai 1,9 juta perempuan yang telah dideteksi dini kanker. Jadi, saya senang karena ini menjadi target yang ingin saya lihat,” ujar Budi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan juga menargetkan cakupan vaksinasi HPV bisa mencapai 90 persen pada tahun 2030.

Vaksin diberikan kepada anak-anak sebelum mereka mencapai usia 15 tahun. Anak-anak yang tidak bersekolah juga termasuk dalam kelompok sasaran program ini.

Skrining Dini dan Pencegahan Kanker Serviks

Selain vaksinasi, pemerintah juga memperkuat deteksi dini melalui layanan skrining di fasilitas kesehatan.

Saat ini terdapat sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia yang siap melayani skrining atau deteksi dini kanker.

Kemenkes menargetkan 40 juta perempuan akan menjalani skrining kanker serviks dan payudara dalam lima tahun ke depan.

“Target kita 40 juta dalam lima tahun. Seluruh perempuan Indonesia di atas 30 tahun, minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara. Jika kita bisa menemukan mereka, maka bisa ditangani sedini mungkin karena kanker itu bisa disembuhkan, tetapi harus deteksi dini,” tegas Budi.

Kanker serviks diketahui menjadi pembunuh nomor dua tertinggi bagi perempuan di Indonesia setelah kanker payudara.

Karena itu, strategi Kemenkes mengacu pada tiga pilar utama, yakni vaksinasi HPV, deteksi dini melalui skrining, dan penanganan cepat bagi pasien yang terdiagnosis.

“Tujuan kami jelas, angka kanker serviks harus turun signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Budi.

Rencana Jangka Panjang Pemerintah

Kebijakan pemberian vaksin HPV secara gratis kepada anak laki-laki usia 11 tahun merupakan bagian dari kebijakan kesehatan nasional berbasis pencegahan.

Menurut Menkes, program ini mengadopsi pendekatan global dalam upaya eliminasi kanker serviks yang komprehensif.

Baca Juga:  Tangsel akan Bangun PSEL, Walhi: Kelola TPA Sederhana Saja Tak Sanggup

Sebelumnya, fokus kebijakan pemerintah lebih banyak ditujukan kepada kelompok perempuan.

Namun, dengan menyasar anak laki-laki, cakupan perlindungan terhadap penyebaran HPV diharapkan meningkat secara signifikan.

(AKM/NID/RAD)

Trending