Connect with us

Berita

Penumpang Boleh Buka Puasa saat Naik LRT, MRT, dan KRL, Ini Syaratnya!

Selama Ramadan 2026, penumpang KAI Commuter, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek diperbolehkan berbuka puasa di dalam kereta.

Logompn

Published

on

Penumpang Boleh Buka Puasa saat Naik LRT, MRT, dan KRL, Ini Syaratnya!
Penumpang Boleh Buka Puasa saat Naik LRT, MRT, dan KRL, Ini Syaratnya!. Gambar: MPN Indonesia/Adam

MPN Indonesia 21 Februari 2026 - Selama bulan Ramadan 2026, penumpang transportasi umum seperti KRL, MRT, dan LRT diperbolehkan membatalkan puasa di dalam kereta dengan ketentuan tertentu.

Kebijakan ini berlaku di wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, dan rute lain yang dioperasikan oleh KAI Commuter, MRT Jakarta, serta LRT Jabodebek.

Ketentuan ini diberlakukan guna memberi kenyamanan kepada pengguna yang tetap menjalankan ibadah puasa saat menggunakan moda transportasi umum.

Pembatalan puasa diperbolehkan saat waktu berbuka tiba, namun terbatas hanya untuk konsumsi makanan dan minuman ringan.

“Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangan resmi, Rabu (18/2).

Ketentuan Buka Puasa di KRL, MRT, dan LRT

Di KRL Commuter Line, penumpang diperbolehkan berbuka puasa di dalam kereta dengan ketentuan hanya mengonsumsi makanan ringan.

Petugas KRL akan memberikan informasi saat waktu berbuka tiba, baik di dalam kereta maupun di area stasiun.

Selain itu, fasilitas water station atau dispenser air minum gratis tersedia dan dapat digunakan oleh penumpang yang membawa tumbler pribadi.

Untuk menjaga kebersihan, penumpang diminta tidak membuang sampah bekas makanan dan minuman sembarangan.

“Penumpang diimbau untuk membawa kembali sampahnya dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan,” tambah Karina Amanda.

Makanan Berat Tak Diperbolehkan

MRT Jakarta juga memperbolehkan penumpang membatalkan puasa saat berada di dalam area berbayar stasiun dan kereta.

Baca Juga:  Jadi CEO, Ibnu Jamil Bingung Ingin Wariskan Hartanya kepada Siapa karena Putrinya Pilih Jualan Takjil

Pengguna hanya diizinkan mengonsumsi air mineral menggunakan tumbler dan makanan ringan seperti kurma.

“Teman MRT dapat membatalkan puasa dengan mengkonsumsi air mineral/minum dalam tumbler serta makanan ringan seperti kurma,” tulis @mrtjktinfo.

Namun, makanan berat seperti nasi dengan lauk pauk atau makanan siap saji tidak diperbolehkan. Batas waktu konsumsi maksimal 10 menit setelah adzan maghrib.

Sementara itu, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menambahkan bahwa waktu berbuka di dalam LRT dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

“Saat waktu berbuka, pengguna LRT Jabodebek diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman ringan seperti kurma, roti, dan air minum. Namun, tidak diperkenankan mengonsumsi makanan berat dan yang berbau menyengat demi menjaga kenyamanan bersama,” ujarnya dalam keterangan terpisah.

LRT juga menyediakan air minum gratis di seluruh stasiun untuk pengguna yang membawa tumbler.

Penumpang diminta untuk menyimpan sampah makanan dan membuangnya di tempat sampah saat tiba di stasiun tujuan.

Jadwal Operasional Transportasi Umum selama Ramadan

Selama Ramadan, jadwal operasional KRL tetap berjalan normal.

  • KRL Jabodetabek: 1.065 perjalanan per hari, pukul 04.00–24.00 WIB
  • KRL Basoetta: 70 perjalanan per hari
  • KRL Merak: 14 perjalanan per hari
  • KRL Yogyakarta–Palur: 27 perjalanan per hari
  • KRL Prameks: 10 perjalanan per hari

LRT Jabodebek juga tetap beroperasi normal dengan:

  • 430 perjalanan per hari kerja
  • 270 perjalanan pada akhir pekan, hari libur nasional, dan cuti bersama

KAI Commuter, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku serta menjaga kenyamanan dan kebersihan selama berada di dalam transportasi umum.

(AKM/NID/RAD)

Trending