Connect with us

Berita

21 Ribu Kendaraan Kurang Saldo E-Toll jadi Pemicu Macet Arus Mudik

Sebanyak 21 ribu kendaraan kekurangan saldo e-toll saat mudik Lebaran 2026. Simak dampaknya dan imbauan dari Jasa Marga.

Logompn

Published

on

21 Ribu Kendaraan Kurang Saldo E Toll jadi Pemicu Macet Arus Mudik
21 Ribu Kendaraan Kurang Saldo E-Toll jadi Pemicu Macet Arus Mudik. Gambar: Dok. Jasa Marga

MPN Indonesia 26 Maret 2026 - Sebanyak 21 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo e-toll saat melintas di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, selama periode arus mudik Lebaran 2026.

Kejadian ini berlangsung pada 11–22 Maret 2026 (H-10 hingga H+1 Idulfitri 1447H), dan menyebabkan antrean kendaraan di gerbang tol akibat waktu tambahan yang diperlukan untuk pengisian saldo.

Kondisi tersebut memicu gangguan arus lalu lintas karena proses top up dilakukan langsung di lokasi, sehingga memperlambat aliran kendaraan.

Jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung selama periode tersebut.

“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono dalam keterangan resmi, Selasa (24/3).

PT Jasa Marga memperkirakan bahwa situasi serupa dapat kembali terjadi saat arus balik, khususnya di Gerbang Tol Cikampek Utama.

Oleh karena itu, pengguna jalan diimbau menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup sebelum memasuki jalan tol agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Imbauan Saldo dan Ketentuan Transaksi Jalan Tol

Rivan A. Purwantono kembali mengingatkan bahwa pengguna jalan yang melakukan perjalanan jauh selama arus balik Lebaran 2026, terutama dari arah Trans Jawa menuju Jakarta, wajib memastikan saldo e-toll mencukupi.

“Siapkan saldo e-toll cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tegasnya.

Baca Juga:  Ini Daftar SPKLU di Tol Trans Jawa Buat Kamu yang Liburan pakai Mobil Listrik!

Untuk kendaraan Golongan I, disarankan menyiapkan saldo minimal sebagai berikut:

  • Dari Semarang menuju Jakarta: Rp500.000
  • Dari Surabaya menuju Jakarta: Rp1.000.000

Jasa Marga menekankan bahwa pengisian saldo di gerbang tol oleh ribuan kendaraan, seperti di GT Cikampek Utama, dapat menimbulkan antrean panjang dan merugikan pengguna jalan karena waktu tempuh menjadi lebih lama.

Selain saldo, pengguna juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lokasi demi menjaga kelancaran lalu lintas saat arus balik.

Sistem Transaksi Tertutup dan Kartu E-toll

Pada ruas tol Trans Jawa yang menggunakan sistem transaksi tertutup (berdasarkan jarak tempuh), pengguna jalan diwajibkan menggunakan kartu e-toll yang sama saat masuk (tap in) dan keluar (tap out).

“Dengan demikian, pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengguna lain apabila saldo tidak mencukupi,” jelas Rivan.

Pengisian saldo e-toll dapat dilakukan melalui berbagai saluran, antara lain aplikasi Travoy, layanan mobile banking dari masing-masing bank penerbit, gerai ritel/minimarket, hingga fasilitas top up di rest area.

Cara Pengisian Saldo E-toll melalui NFC

Bagi pengguna ponsel dengan fitur Near Field Communication (NFC), pengisian saldo e-toll dapat dilakukan secara mandiri.

Langkah umum melalui marketplace dan aplikasi dompet digital antara lain:

  1. Aktifkan fitur NFC di ponsel.
  2. Buka aplikasi dompet digital atau marketplace.
  3. Pilih menu “Top Up Tagihan”.
  4. Masukkan nomor seri kartu, pilih nominal, dan lakukan pembayaran.
  5. Tempelkan kartu ke area NFC ponsel untuk memperbarui saldo.

Untuk pengguna kartu dari bank tertentu, berikut cara isi saldo:

  • Flazz BCA: melalui aplikasi BCA mobile → m-BCA → menu Flazz.
  • TapCash BNI: melalui BNI Mobile Banking → menu Pembelian/Pembayaran → TapCash.
  • E-Money Mandiri: melalui Livin’ by Mandiri → pilih e-money → tempel kartu.
Baca Juga:  Sebanyak 2.074 SPBU Pertamina Beroperasi 24 Jam selama Mudik Lebaran 2026

Selama musim mudik 2026, Jasa Marga telah menyediakan layanan pengecekan saldo dan informasi tarif tol di berbagai titik rest area untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik.

Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan menghindari kemacetan yang dipicu oleh kekurangan saldo e-toll.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending